IDXChannel - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) berencana menggandakan pembelian kembali atau buyback obligasi jangka panjang guna menahan kenaikan imbal hasil atau yield.
Dilansir dari Investing pada Kamis (20/8/2026), rencana itu muncul setelah aksi jual besar-besaran mendorong imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun ke level tertinggi sejak 2007.
Aksi jual itu dipicu kekhawatiran akan eskalasi perang AS-Israel dengan Iran, serta memburuknya kondisi fiskal AS.
Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi mengerek biaya pinjaman, serta menekan rumah tangga, perusahaan, pasar keuangan, dan anggaran pemerintah federal.
Departemen Keuangan akan menggandakan ukuran pembelian kembali surat utang jangka 10 hingga 30 tahun menjadi setidaknya USD4 miliar per operasi. Kebijakan ini akan berlaku efektif mulai 9 September hingga 4 November, kata departemen tersebut dalam sebuah pernyataan.