IDXChannel - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) M. Qodari menilai penerapan digitalisasi pada program Perlindungan Sosial (Perlinsos) berpotensi meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial (bansos) sekaligus memicu efisiensi anggaran negara hingga Rp200 triliun.
Qodari menjelaskan, sistem Perlinsos digital mengintegrasikan lintas data dari kementerian dan lembaga guna mempercepat proses pendaftaran hingga pemutakhiran status kelayakan penerima manfaat.
Melalui skema integrasi berbasis data tersebut, durasi pemrosesan verifikasi penerima bansos yang sebelumnya memakan waktu ratusan hari secara manual kini dapat dipangkas secara signifikan dalam hitungan menit.
"Kalau satu-satu, manual 200 hari, setengah tahun lebih ya. Nah, dengan uji coba ini dapat dilakukan dalam waktu sekitar lima menit saja," ujar Qodari dalam Konferensi Pers Update Program Prioritas/PHTC serta Arah Kebijakan RAPBN 2027, Rabu (19/8/2026).
Qodari menambahkan, Perlinsos digital memanfaatkan basis data terpadu dari delapan kementerian dan lembaga sebagai indikator kelayakan.