Inflasi AS Diprediksi Naik Jadi 3,7 Persen pada April 2026
Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan dirilis pada Selasa (12/5/2025) akan memberikan gambaran terbaru tentang dampak perang di Iran.
IDXChannel - Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan dirilis pada Selasa (12/5/2025) akan memberikan gambaran terbaru tentang dampak perang di Iran.
Dilansir dari Yahoo Finance, para ekonom memperkirakan indeks harga konsumen naik 3,7 persen pada April 2026 dibandingkan tahun lalu, menurut survei Bloomberg.
Sementara itu, inflasi pada April diprediksi naik 0,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sebelumnya, AS mencatat inflasi sebesar 3,3 persen secara tahunan dan 0,9 secara bulanan pada Maret.
Jika mengesampingkan kategori energi dan pangan yang fluktuatif, para ekonom memperkirakan bahwa inflasi inti mencapai 2,7 persen secara tahunan pada April, naik dari 2,6 persen sebulan sebelumnya.
Lonjakan harga konsumen sebagian didorong oleh melonjaknya biaya energi. Harga bensin pekan ini mencapai USD4,52 per galon, naik sekitar 44 persen dari tahun lalu.
Kenaikan harga bahan bakar juga dapat berdampak pada biaya perjalanan: Tarif penerbangan rata-rata mencapai USD365 pada akhir April, naik dari USD346 tepat setelah perang pecah, menurut data dari Kayak.
Pada saat yang sama, tagihan energi yang lebih tinggi juga pada akhirnya dapat mendorong harga makanan di AS, meskipun dampak pada bahan makanan mungkin baru terasa signifikan beberapa bulan ke depan. (Wahyu Dwi Anggoro)