ECONOMICS

Ketahanan Energi RI Dinilai Kuat Hadapi Gejolak Harga Minyak Global

Desi Angriani 12/03/2026 21:45 WIB

Ketahanan energi Indonesia dinilai cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak.

Ketahanan Energi RI Dinilai Kuat Hadapi Gejolak Harga Minyak Global (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Ketahanan energi Indonesia dinilai cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan.

Praktisi energi dan infrastruktur, Tommy Jamail Jr mengatakan, dinamika geopolitik memang dapat memengaruhi pasar energi global.  Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta berdampak langsung terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

“Secara sistem, infrastruktur energi Indonesia telah dirancang untuk menghadapi berbagai dinamika eksternal. Distribusi dan pengelolaan pasokan BBM dilakukan dengan perencanaan yang matang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi,” kata Tommy dalam acara Energy Iftar Forum 2026, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, tantangan utama sektor energi Indonesia justru lebih banyak berkaitan dengan faktor geografis dan distribusi. 

Sebagai negara kepulauan, sistem logistik energi nasional dirancang untuk memastikan pasokan tetap terjaga di berbagai wilayah, termasuk pada periode lonjakan konsumsi seperti menjelang Idulfitri.

Tommy menambahkan, Indonesia juga memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi volatilitas harga minyak global. Berbagai krisis energi dunia dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa sistem energi nasional mampu beradaptasi dengan tekanan eksternal.

Setidaknya terdapat beberapa krisis global yang pernah memengaruhi pasar energi, antara lain Krisis Minyak 1973 yang dipicu embargo minyak negara-negara Arab terhadap negara yang mendukung Israel dalam Perang Yom Kippur.

Selanjutnya Krisis Keuangan Global 2008 yang turut memengaruhi permintaan dan harga minyak dunia, serta dampak konflik Invasi Rusia ke Ukraina 2022 yang kembali mengguncang pasar energi global. 

Dinamika terbaru muncul dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

“Sejarah Indonesia sudah sangat panjang menghadapi krisis. Saya yakin kita bisa menghadapinya dengan baik,” ujar Tommy.

Meski demikian, dia mengingatkan para pelaku industri energi untuk memastikan sistem distribusi dan manajemen pasokan telah disiapkan dengan baik, terutama untuk menghadapi peningkatan permintaan energi saat periode Lebaran.

Menurutnya, lonjakan konsumsi energi pada masa Idulfitri merupakan pola tahunan yang telah diantisipasi oleh sistem energi nasional.

“Lonjakan konsumsi saat Idulfitri sebenarnya sudah menjadi pola tahunan. Karena itu, sistem energi nasional telah terbiasa melakukan penyesuaian untuk memastikan pasokan tetap aman dan distribusi berjalan lancar,” kata dia.

(DESI ANGRIANI)

SHARE