IDXChannel - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan tidak akan berhenti menyerang kapal yang melewati Selat Hormuz, terutama yang terafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Bahkan, mereka menyebut tidak akan mengizinkan satu liter minyak pun melewati selat tersebut.
Seorang juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya IRGC mengatakan pada Rabu (11/3/2026) bahwa setiap kapal yang terkait dengan AS dan Israel atau sekutu mereka akan dianggap sebagai target yang sah.
Pernyataan tersebut menyebabkan tekanan apda pasar energi global. Sebab, Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak di wilayah teluk tersebut.
IRGC memproyeksi harga minyak tembus USD200 per barel dengan menutup Selat Hormuz. “Anda tidak akan dapat menurunkan harga minyak secara artifisial. Perkirakan harga minyak USD200 per barel,” kata juru bicara tersebut dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari Aljazeera, Kamis (12/3/2026).
Harga minyak global telah berfluktuasi liar selama serangan AS-Israel terhadap Iran, yang membalas dengan menembakkan rudal dan drone ke target di seluruh Timur Tengah.