IDXChannel – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengangkat prospek sektor minyak dan gas (migas).
Analis RHB Sekuritas, Arandi Pradana, tetap merekomendasikan overweight untuk sektor ini.
Dalam riset yang terbit 10 Maret 2026, Arandi menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak dipicu eskalasi konflik setelah Israel menyerang fasilitas minyak Iran di Teheran pada 8 Maret.
Serangan tersebut menjadi yang pertama secara langsung menargetkan infrastruktur energi Iran.
Peristiwa itu langsung mendorong harga Brent melonjak hingga di atas USD100 per barel pada perdagangan Senin (9/3/2026) pagi.