Meski demikian, RHB mengingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan juga membawa risiko bagi Indonesia.
Sebagai negara pengimpor minyak bersih, lonjakan harga energi dapat meningkatkan risk premium Indonesia dan berpotensi menekan minat investor terhadap IHSG, sekaligus membebani investasi sektor hulu di dalam negeri.
Untuk prospek industri, RHB mempertahankan proyeksi kinerja sektor migas pada 2026 dengan pertumbuhan laba sekitar 65 persen secara tahunan.
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diperkirakan mencatat pertumbuhan laba paling kuat, yakni 121 persen, terutama ditopang kontribusi dari segmen pertambangan.
Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diperkirakan membukukan pertumbuhan laba sekitar 67 persen, didukung peningkatan volume distribusi gas dan tidak adanya beban penurunan nilai aset.