IDXChannel - Harga minyak dunia anjlok lebih dari 11 persen pada Selasa (10/3/2026), menjadi penurunan harian terdalam sejak 2022, sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi perang dengan Iran dapat segera berakhir.
Konflik tersebut sebelumnya sempat mengganggu arus pasokan minyak mentah global.
Kontrak berjangka (futures) Brent jatuh 11 persen menjadi USD87,80 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate crude (WTI) ditutup di USD83,45 per barel, merosot tajam 11,9 persen.
Kedua acuan tersebut mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak Maret 2022, setelah sehari sebelumnya melonjak ke level tertinggi empat tahun.
Harga sempat turun lebih dalam pada perdagangan tengah hari setelah Menteri Energi AS Chris Wright menulis di platform X bahwa militer Amerika membantu pengiriman minyak melewati Selat Hormuz.