ECONOMICS

LPS Sebut Tak Ada Fenomena Mantab, Ekonom Minta Analisis DPK Lebih Mendalam

Anggie Ariesta 05/08/2026 09:25 WIB

Berdasarkan data LPS, total Dana Pihak Ketiga (DPK) di bank umum mencapai Rp10.231,72 triliun pada akhir Juni 2026, meningkat 10,11 persen secara tahunan.

LPS Sebut Tak Ada Fenomena Mantab, Ekonom Minta Analisis DPK Lebih Mendalam (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menilai industri perbankan nasional masih menunjukkan dinamika simpanan nasabah meski Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan tidak terdapat fenomena mantab atau makan tabungan.

Berdasarkan data LPS, total Dana Pihak Ketiga (DPK) di bank umum mencapai Rp10.231,72 triliun pada akhir Juni 2026, meningkat 10,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar Rp9.292,22 triliun.

Awalil mengatakan pertumbuhan DPK tersebut ditopang oleh kenaikan simpanan di seluruh kelompok nominal (tiering), mulai dari simpanan ritel hingga korporasi.

Pada kelompok simpanan hingga Rp100 juta, total saldo tercatat mencapai Rp1.143,03 triliun, naik 5,16 persen yoy. Jumlah rekening pada kelompok ini juga meningkat menjadi 689,47 juta rekening, atau sekitar 98,93 persen dari total rekening DPK.

"Alasan utama Ketua LPS tentang tidak benarnya fenomena mantab adalah peningkatan kelompok simpanan terbawah, yaitu yang kurang dari sampai dengan Rp100 juta. Nilainya pada Juni 2026 sebesar Rp1.143,03 triliun, meningkat 5,16 persen dibanding setahun lalu," ujar Awalil dalam risetnya, Rabu (5/8/2026).

Meski demikian, Awalil menilai peningkatan jumlah rekening tersebut turut memengaruhi rata-rata saldo per rekening. Pada kelompok simpanan hingga Rp100 juta, rata-rata saldo turun menjadi Rp1,69 juta pada Juni 2026 dari Rp1,76 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut dia, tren penurunan rata-rata saldo juga terlihat pada kelompok simpanan di atas Rp100 juta hingga Rp5 miliar.

Awalil menilai bertambahnya jumlah rekening di segmen simpanan kecil mencerminkan perluasan inklusi keuangan, yang didorong oleh perkembangan layanan perbankan digital, penyaluran bantuan sosial pemerintah, serta sistem pembayaran di sektor pendidikan.

Di sisi lain, kelompok simpanan di atas Rp5 miliar mencatatkan pertumbuhan paling tinggi. Total simpanan pada segmen ini mencapai Rp5.913,45 triliun, atau setara 51,46 persen dari total DPK nasional, meningkat 15,76 persen yoy.

Dengan jumlah 153.282 rekening, rata-rata saldo pada kelompok tersebut mencapai Rp38,58 miliar per rekening.

"Dengan demikian, kurang cukup bukti sebagai bantahan tidak terjadinya fenomena mantab setahun ini jika hanya memakai data agregat. Data saldo per rekening justru mengindikasikan fenomena itu," kata Awalil.

Ia juga mendorong otoritas memanfaatkan keterbukaan data DPK untuk memperkuat perencanaan ekonomi berbasis distribusi kekayaan (wealth distribution). Menurutnya, koordinasi kebijakan antara otoritas moneter, fiskal, dan regulator perbankan dapat mendukung pemerataan pendapatan, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ketahanan tabungan masyarakat.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE