ECONOMICS

MBG Masuk Catatan Fitch, Menko Airlangga: Program Investasi Jangka Panjang

Anggie Ariesta 05/03/2026 12:48 WIB

Lembaga pemeringkat itu menilai peningkatan belanja sosial, termasuk program tersebut, dapat menambah tekanan terhadap ruang fiskal pemerintah.

Makan Bergizi Gratis (MBG) Masuk Catatan Fitch, Menko Airlangga: Program Investasi Jangka Panjang

IDXChannel - Program makan bergizi gratis (MBG) menjadi salah satu catatan dalam laporan terbaru Fitch Ratings. Fitch merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Lembaga pemeringkat itu menilai peningkatan belanja sosial, termasuk program tersebut, dapat menambah tekanan terhadap ruang fiskal pemerintah.

"MBG ini program merupakan investasi jangka panjang yang dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi Indonesia," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Menara Batavia, Kamis (5/3/2026). 

Airlangga menambahkan, sejumlah studi internasional menunjukkan program pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar di masa depan.

“MBG itu, kalau beberapa studi dari World Bank maupun Rockefeller Foundation, itu kalau pelaksanaan MBG yang baik dan masif itu investasi satu dolar itu bisa menghasilkan tujuh dolar" kata dia.

"Jadi itu adalah sebuah investasi dan banyak negara melakukan itu," lanjutnya. 

Airlangga menambahkan, program tersebut juga telah diterapkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia. 

“Ini tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term,” katanya.

Dalam laporannya, Fitch memperkirakan defisit fiskal Indonesia pada 2026 berada di kisaran 2,9 persen dari produk domestik bruto (PDB). 

Tekanan terhadap anggaran antara lain dipicu oleh peningkatan belanja pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis yang diperkirakan mencapai sekitar 1,3 persen dari PDB. 

Meski outlook diturunkan, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB atau masih dalam kategori layak investasi.

Lembaga tersebut menilai stabilitas makroekonomi Indonesia masih relatif terjaga, dengan rasio utang pemerintah yang moderat serta prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat. 

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE