ECONOMICS

Penyaluran Beras SPHP Ditargetkan Capai 828 Ribu Ton Sepanjang 2026

Tangguh Yudha 16/04/2026 15:30 WIB

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menargetkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 828 ribu ton sepanjang 2026.

Penyaluran Beras SPHP Ditargetkan Capai 828 Ribu Ton Sepanjang 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menargetkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 828 ribu ton sepanjang 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah daerah.

Berdasarkan analisis Bapanas terhadap data Badan Pusat Statistik (BPS) pada minggu kedua April, kenaikan IPH beras terjadi di 83 kabupaten/kota secara nasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 kabupaten/kota tercatat mengalami kenaikan harga beras yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kenaikan IPH beras medium di atas HET juga terpantau terjadi di 19 provinsi. Provinsi seperti Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara menjadi wilayah dengan jumlah kabupaten/kota terbanyak yang mengalami kenaikan tersebut, yakni antara lima hingga enam daerah.

Merespons kondisi itu, Bapanas meminta Perum Bulog untuk mempercepat realisasi penyaluran beras SPHP. Program ini dinilai menjadi instrumen penting dalam menekan gejolak harga di pasar.

"SPHP beras di tahun 2026 kita targetkan sebanyak 828 ribu ton. Jadi beras SPHP ini menjadi instrumen sangat penting untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga. Jadi Bulog agar segera untuk mempercepat realisasi beras SPHP, sehingga dapat berlangsung lebih kencang," ujar Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Sutanto, di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Hingga 14 April 2026, realisasi penyaluran beras SPHP tercatat telah mencapai 111,2 ribu ton sejak awal Maret. Capaian ini dinilai memiliki korelasi terhadap kondisi harga beras medium yang relatif terkendali secara nasional.

Bapanas mencatat, rata-rata harga beras medium per 12 April di seluruh zona masih berada di bawah HET. Di Zona I, harga tercatat Rp12.984 per kilogram (kg) atau 3,82 persen di bawah HET. Sementara Zona II berada di Rp13.615 per kg atau 2,75 persen di bawah HET, dan Zona III sebesar Rp15.178 per kg atau 2,08 persen di bawah HET.

Meski demikian, Bapanas mendorong percepatan distribusi di wilayah yang realisasinya masih rendah. Salah satunya di DKI Jakarta dan Banten, yang memiliki target penyaluran 46,82 ribu ton, namun realisasinya baru mencapai 1,45 ribu ton.

Selain SPHP, pemerintah juga mengandalkan program bantuan pangan beras sebagai bantalan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini ditujukan untuk membantu menjaga daya beli sekaligus meredam fluktuasi harga.

Bapanas menugaskan Bulog menyalurkan bantuan pangan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Setiap keluarga akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng secara gratis.

"Bantuan pangan ini harapannya untuk bantalan masyarakat kita kelompok menengah ke bawah yang tidak memiliki daya beli yang kuat agar tetap bisa mengakses pangan dengan baik. Jadi agar harga-harga beras di tingkat konsumen bisa lebih diredam dengan bantuan pangan dan beras SPHP," ujar Andriko.

(Dhera Arizona)

SHARE