ECONOMICS

PGEO Tambah Kapasitas hingga Kembangkan Green Hydrogen di 2025, Begini Capaiannya

Febrina Ratna Iskana 16/01/2026 14:00 WIB

PGE (PGEO) terus mempercepat pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi melalui berbagai inisiatif strategis pada 2025.

PGEO Tambah Kapasitas hingga Kembangkan Green Hydrogen di 2025, Begini Capaiannya. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE terus mempercepat pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi melalui berbagai inisiatif strategis pada 2025.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menyampaikan pencapaian sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi langkah PGE ke depan.

“Pencapaian sepanjang 2025 menjadi fondasi penting bagi PGE untuk mempercepat pengembangan panas bumi. Kami berkomitmen memperluas kapasitas, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan nilai lebih bagi Indonesia dalam perjalanan menuju transisi energi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).

Menurut dia, fondasi itu menjadi pijakan strategis bagi PGE untuk melangkah ke fase pengembangan berikutnya secara lebih terintegrasi, baik melalui percepatan proyek-proyek prioritas maupun optimalisasi potensi panas bumi nasional.

“Ke depan, PGE akan terus mendorong pemanfaatan panas bumi yang andal, berkelanjutan, dan bernilai tambah guna mendukung ketahanan energi serta agenda transisi energi nasional,” ujarnya.

Sepanjang 2025, perseroan mencatat beragam capaian penting, mulai dari peningkatan kapasitas terpasang, pengembangan green hydrogen, pengakuan atas praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) berstandar internasional, hingga penguatan kolaborasi dengan mitra nasional dan global.

Sejalan dengan target pengembangan kapasitas 1 gigawatt (GW), PGE menorehkan kemajuan signifikan di sisi operasional. Pada akhir Juni 2025, PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) resmi beroperasi, sehingga meningkatkan kapasitas terpasang PGE dari sebelumnya 672 MW menjadi 727 MW.

Capaian ini memperkuat posisi PGE sebagai pengembang panas bumi terbesar di Indonesia sekaligus menjadi pijakan penting menuju target jangka panjang perseroan.

Selain proyek tersebut, PGE tengah menggarap berbagai proyek strategis dengan target commercial operation date (COD) bertahap hingga 2029, yang meliputi PLTP Hululais Unit 1 dan 2, PLTP Lumut Balai Unit 3, PLTP Lahendong Unit 7, Unit 8, dan Bottoming Unit 2, serta eksplorasi PLTP Gunung Tiga.

Seluruh portofolio proyek ini mendukung target kapasitas 1 GW dalam 2–3 tahun dan 1,8 GW pada 2033, sekaligus memperkuat peran PGE dalam mendukung swasembada energi nasional dan target Net Zero Emission 2060.

Di luar pencapaian kapasitas tersebut, PGE terus memperluas kontribusinya terhadap agenda swasembada energi nasional melalui penguatan sinergi dan pengembangan proyek strategis.

Per Agustus 2025, PGE menandatangani Heads of Agreement (HoA) bersama PLN Indonesia Power yang difasilitasi Danantara Indonesia untuk pengembangan 19 proyek panas bumi dengan total kapasitas mencapai 530 MW. Sejalan dengan itu, empat proyek PGE juga terpilih untuk masuk dalam Blue Book Bappenas 2025-2029, yang membuka peluang dukungan pembiayaan internasional hingga USD613 juta.

PGE juga meluncurkan Pilot Project Green Hydrogen di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Agustus lalu. Inisiatif ini menjadi langkah awal PGE dalam membangun ekosistem green hydrogen secara terintegrasi, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemanfaatan, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju industri rendah karbon.

Selain pengembangan green hydrogen, PGE mulai merintis pengembangan green data center berbasis energi panas bumi. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Framework Agreement bersama Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) serta Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi pengembangan infrastruktur digital berbasis energi panas bumi yang lebih berkelanjutan.

PGE juga dinobatkan sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar 2025 ESG Top-Rated Company versi Sustainalytics dengan skor 7,1, yang menempatkan Perseroan dalam kategori Negligible Risk. Konsistensi tersebut juga terjaga di area operasional melalui raihan PROPER Emas untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut di Area Kamojang, serta untuk ketiga kalinya di Area Ulubelu.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE