RI-Singapura Siapkan Kerja Sama Ekonomi Baru di 2027 Jelang 60 Tahun Hubungan Diplomatik
Jelang 60 tahun hubungan diplomatik pada 2027 melalui tema RISING 60. Hal itu menjadi kesempatan memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.
IDXChannel - Hubungan Indonesia dan Singapura memasuki fase baru menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Momentum tersebut akan dirayakan pada 2027 melalui tema RISING 60. Tahun depan sekaligus menjadi kesempatan memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan optimisme tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam resepsi Hari Nasional Singapura di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng menjadi tuan rumah.
Sejumlah tokoh penting Indonesia hadir dalam agenda tersebut. Mereka antara lain Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Wakil Presiden ke-11 Boediono. Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Sultan Baktiar Najamudin turut hadir.
Hadir pula Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Eddy Soeparno.
Mahkamah Konstitusi juga diwakili Hakim Konstitusi Arsul Sani dalam resepsi tersebut. Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan turut menghadiri acara. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pemimpin daerah, serta diplomat juga hadir.
Kehadiran para pejabat memperlihatkan luasnya hubungan bilateral Indonesia-Singapura. Keduanya merupakan negara pendiri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN.
Investasi Jadi Pilar Utama Hubungan Bilateral
Dalam pidatonya, Rosan menyebut Singapura lebih dari sekadar negara tetangga. Kedua negara terhubung melalui geografi, sejarah, budaya, dan masyarakat. Hubungan ekonomi menjadi salah satu pilar terkuat kemitraan bilateral. Singapura juga masih menjadi sumber penanaman modal asing terbesar bagi Indonesia. Karena itu, kerja sama ekonomi dinilai memiliki ruang pengembangan yang luas.
Rosan mengatakan kerja sama kini bergerak melampaui investasi konvensional. Fokusnya mencakup hilirisasi, energi terbarukan, infrastruktur digital, dan konektivitas. Layanan keuangan serta pengembangan sumber daya manusia juga masuk dalam agenda. Hasil pertemuan pemimpin kedua negara dinilai memperkuat arah tersebut.
“Kami bekerja bersama mengubah peluang menjadi proyek konkret,” kata Rosan.
Pertemuan tersebut merujuk pada Indonesia-Singapura Leaders’ Retreat pada 6 Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong hadir dalam pertemuan itu. Sebuah video mengenai agenda tersebut diputar dalam resepsi Hari Nasional Singapura. Tayangan tersebut memperlihatkan komitmen kedua pemimpin memperdalam hubungan bilateral. Kerja sama konkret menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan.
RISING 60 Jadi Momentum Baru
Menurut Rosan, perubahan ekonomi global membuka kebutuhan terhadap kemitraan yang lebih kuat. Ketahanan rantai pasok, keamanan energi, teknologi, dan pertumbuhan berkelanjutan semakin penting. Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan industri dan hilirisasi. Energi terbarukan, infrastruktur digital, serta ekonomi kecerdasan buatan juga menjadi peluang. Singapura menawarkan keahlian dalam finansial, teknologi, inovasi, dan konektivitas internasional.
Kombinasi tersebut dinilai dapat memperkuat daya saing dan ketahanan ASEAN. Selanjutnya, kedua negara akan memasuki tonggak penting hubungan diplomatik pada 2027. Tepat 60 tahun hubungan Indonesia-Singapura akan dirayakan melalui RISING 60. Momentum itu menjadi kesempatan mengevaluasi pencapaian sekaligus menyusun arah berikutnya. Rosan meyakini babak terbaik hubungan kedua negara masih terbuka lebar.
“Dengan kepercayaan dan visi bersama, kedua negara akan terus tumbuh,” ujar Rosan.
Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat atas Hari Nasional Singapura ke-61. Harapannya, Singapura terus berkembang dan hubungan bilateral semakin erat. Kemitraan kedua negara juga diharapkan menghasilkan kesejahteraan lebih besar. Dengan begitu, RISING 60 bukan sekadar perayaan, tetapi penanda arah baru. (Febrina Ratna Iskana)