ECOTAINMENT

Dokter Paru Ingatkan Bahaya Vape, Ini Deretan Kondisi Medis yang Dapat Diderita Penggunanya

Mei Sada 13/07/2026 15:14 WIB

Saat seseorang mengisap vape, berbagai zat kimia dari cairan vape yang dipanaskan menggunakan logam ikut masuk ke saluran pernapasan.

Dokter Paru Ingatkan Bahaya Vape, Ini Deretan Kondisi Medis yang Dapat Diderita Penggunanya.(Foto:

IDXChannelDokter spesialis paru sekaligus konsultan onkologi, dr. Jaka Pradipta, Sp.P(K) Onk, dalam podcast bersama Raditya Dika, menjelaskan bahwa pasien pengguna vape yang datang ke praktiknya paling banyak mengalami bronkitis atau peradangan saluran napas.

“Popcorn lungs spesifik sih belum, tapi gejala bronkitis atau radang saluran napas banyak,” kata dr. Jaka.

Menurutnya, paru-paru sejatinya hanya dirancang untuk menghirup udara bersih. Saat seseorang mengisap vape, berbagai zat kimia dari cairan vape yang dipanaskan menggunakan logam ikut masuk ke saluran pernapasan.

“Liquid yang ada gulanya, perasanya, kimianya dipanaskan dengan logam. Banyak partikel yang seharusnya enggak masuk ke saluran napas malah masuk. Tubuh menganggap itu benda asing sehingga terjadi peradangan. Itu yang bikin sesak, batuk, dan meradang,” jelasnya.

Jika kebiasaan tersebut terus berlanjut, risikonya bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Salah satunya adalah EVALI (E-cigarette or Vaping-Associated Lung Injury), yakni cedera paru akut akibat penggunaan vape.

Kondisi ini adalah kondisi akut di mana paru-paru tiba-tiba meradang, bahkan harus menggunakan ventilator.

“Ada satu kondisi akut yang terkenal namanya EVALI. Parunya tiba-tiba meradang secara hebat, cepat, bahkan harus masuk ventilator,” ujarnya.

Selain itu, vape juga disebut dapat meningkatkan risiko paru kempes atau pneumotoraks akibat terbentuknya kerusakan pada jaringan paru. Sebagai contoh, dr. Jaka mengungkapkan pernah mengetahui kasus seorang atlet MMA yang mengalami paru kempes meski rutin berolahraga karena memiliki kebiasaan menggunakan vape.

“Paru itu seperti balon kanan kiri. Zat-zat kimia dari vape bisa menyebabkan kerusakan dan bolong sehingga akhirnya harus dioperasi dan dipasang selang,” jelasnya.

“Orang mikir olahraga tapi ngevape enggak apa-apa, yang penting balance. Ternyata enggak ngaruh. Paru kita rusak-rusak aja, jebol-jebol aja. Mungkin otot kuat, imun oke, tapi paru tetap bisa rusak,” pungkasnya.

(Nadya Kurnia)

SHARE