Asing Rajin Akumulasi Saham Tambang-Energi selama April
Meski mencatatkan aksi jual bersih (net sell) Rp17,72 triliun sepanjang April 2026, investor asing tidak sepenuhnya meninggalkan pasar.
IDXChannel – Meski mencatatkan aksi jual bersih (net sell) Rp17,72 triliun sepanjang April 2026, investor asing tidak sepenuhnya meninggalkan pasar. Di saat yang sama, mereka tetap mengoleksi sejumlah saham secara selektif.
Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sekitar 1,30 persen ke level 6.956,80 selama bulan lalu.
Tekanan datang dari kombinasi sentimen global dan domestik, mulai dari isu MSCI, memanasnya konflik Amerika Serikat (AS)-Iran yang mendorong harga minyak, hingga pelemahan rupiah.
Namun di balik tekanan itu, asing justru masuk secara selektif.
Di sektor tambang dan energi, asing tampak agresif mengoleksi sejumlah saham. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat net buy terbesar sebesar Rp757,19 miliar, dengan harga saham di Rp8.925 per Kamis (30/4/2026) dan naik 8,84 persen dalam sebulan.
Selain itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) dibukukan net buy Rp483,17 miliar (harga Rp29.050, kinerja -6,44 persen), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebesar Rp469,81 miliar (harga Rp6.850, melonjak 28,04 persen), serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp430,44 miliar (harga Rp11.600, naik 2,88 persen).
Aksi serupa juga terlihat pada PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan net buy Rp313,31 miliar (harga Rp1.750, turun -4,11 persen) dan Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp304,03 miliar (harga Rp2.520, turun -2,33 persen).
Saham energi dan logam lainnya turut diakumulasi, seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) dengan net buy Rp191,24 miliar (harga Rp870, melonjak 22,54 persen), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp150,05 miliar (harga Rp3.230, naik 2,87 persen).
Lebih lanjut, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebesar Rp115,34 miliar (harga Rp1.550, naik 12,73 persen), serta PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp104,48 miliar meski harganya terkoreksi -9,75 persen ke Rp2.870.
Di luar sektor komoditas, asing juga mengoleksi saham konsumer. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat net buy Rp431,43 miliar (harga Rp6.750, naik 6,3 persen) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sebesar Rp209,16 miliar (harga Rp4.010, turun -2,2 persen).
Sementara itu, saham konglomerasi otomotif PT Astra International Tbk (ASII) juga diborong asing sebesar Rp308,97 miliar, dengan harga saham di Rp5.975 dan kinerja -4,4 persen.
Menariknya, dari sektor perbankan, hanya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang mencatat net buy asing sebesar Rp539,10 miliar, dengan harga saham di Rp3.720 dan kinerja -1,06 persen.
Hal ini berbeda dengan tiga bank besar lainnya (BBRI, BMRI, dan BBCA), yang justru mengalami tekanan jual sepanjang April. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.