BEI Catat 8 Calon Emiten IPO, Dana yang Berpotensi Dihimpun Rp2,16 Triliun
Untuk pipeline saham, BEI mencatat terdapat 8 perusahaan yang tengah berada dalam proses pencatatan dengan potensi dana sekitar Rp2,16 triliun.
IDXChannel – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih terdapat sejumlah aksi korporasi yang berada dalam pipeline pasar modal hingga 17 Juli 2026. Pipeline tersebut mencakup penawaran umum perdana saham (IPO), penerbitan obligasi dan sukuk (EBUS), serta rights issue.
Untuk pipeline saham, BEI mencatat terdapat 8 perusahaan yang tengah berada dalam proses pencatatan dengan potensi dana yang akan dihimpun mencapai sekitar Rp2,16 triliun. Dengan demikian, total perusahaan yang telah mencatatkan saham di BEI sepanjang 2026 mencapai 17 emiten dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp24,16 triliun.
Berdasarkan klasifikasi sektornya, perusahaan dalam pipeline IPO didominasi sektor Healthcare sebanyak 4 perusahaan atau 50 persen dari total pipeline. Sementara itu, masing-masing 2 perusahaan atau 25 persen berasal dari sektor Basic Materials dan Consumer Non-Cyclicals.
Selain itu, terdapat 2 perusahaan yang memenuhi kriteria POJK Nomor 53/POJK.04/2017, terdiri atas 2 perusahaan dengan aset skala kecil (aset di bawah Rp50 miliar) dan tidak terdapat perusahaan dengan aset skala menengah maupun besar.
Sementara pada pipeline obligasi, hingga 17 Juli 2026 BEI mencatat terdapat 114 emisi dari 62 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang masih dalam proses, dengan nilai indikatif mencapai Rp103,86 triliun. Sepanjang tahun berjalan, telah diterbitkan 114 emisi dari 62 penerbit tersebut.
Dari sisi sektoral, pipeline obligasi didominasi sektor Energy dengan porsi 45,5 persen, disusul Financials sebesar 18,2 persen, Infrastructures 18,2 persen Basic Materials 9,1 persen, serta Consumer Non-Cyclicals 9,1 persen.
Adapun untuk pipeline aksi korporasi rights issue, BEI mencatat terdapat 15 perusahaan tercatat yang berada dalam antrean dengan nilai indikatif dana yang akan dihimpun sekitar Rp10,69 triliun. Seluruh perusahaan dalam pipeline rights issue tersebut berasal dari sektor Properties & Real Estate, sehingga sektor tersebut mendominasi dengan porsi 100 persen.
Data tersebut menunjukkan aktivitas penggalangan dana di pasar modal Indonesia masih berlanjut pada paruh kedua 2026, baik melalui pencatatan saham baru, penerbitan obligasi, maupun aksi korporasi rights issue.
(Shifa Nurhaliza Putri)