MARKET NEWS

BEI Yakin Pengungkapan Data Konsentrasi Kepemilikan Saham Pulihkan Kepercayaan Investor Asing

Iqbal Dwi Purnama 10/04/2026 15:08 WIB

Praktik tersebut lazim dilakukan oleh beberapa bursa saham global, seperti Hong Kong untuk meningkatkan aspek transparansi pasar modal.

BEI Yakin Pengungkapan Data Konsentrasi Kepemilikan Saham Pulihkan Kepercayaan Investor Asing (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini pengungkapan data kepemilikan saham terkonsentrasi atau high shareholder concentration (HSC) dapat mengembalikan kepercayaan investor.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, praktik tersebut lazim dilakukan oleh beberapa bursa saham global, seperti Hong Kong untuk meningkatkan aspek transparansi pasar modal. 

Pengungkapan data ini diharapkan mampu memberikan informasi yang luas kepada investor sebelum mengambil keputusan investasinya.

"Jadi yang saya ingin sampaikan, ini adalah international best practices yang memberikan informasi yang lebih kaya kepada investor kita," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (10/4/2026).

Nyoman mengaku telah bertemu dengan sembilan perusahaan yang masuk daftar kepemilikan saham terkonsentrasi. Emiten-emiten bisa berbenah dengan melakukan aksi korporasi maupun lainnya, yang memberikan kesempatan kepada investor menjadi pemegang saham.

Menurutnya, transparansi pasar bakal menarik kepercayaan investor baik asing maupun domestik terhadap pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.

"Kalau kita menerapkan hal ini, bukan hanya domestik yang berjaya, tapi asing juga akan bertambah trust -nya (kepercayaan) ke kita. Itu yang kita harapkan nanti untuk jangka panjang. Akan lebih banyak lagi investasi yang masuk ke kita," tutur Nyoman.

Adapun sembilan perusahaan tersebut sempat dirilis oleh Bursa Efek antara lain, PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) dengan konsentrasi kepemilikan 99,85 persen, PT Ifishdeco Tbk (IFSH) dengan kepemilikan saham 99,77 persen, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) dengan konsentrasi kepemilikan 98,35 persen.

Lalu PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) dengan konsentrasi kepemilikan 97,75 persen, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan konsentrasi kepemilikan 97,31 persen, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) 95,94 persen, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 95,76 persen, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) 95,47 persen, dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) 95,35 persen.

(DESI ANGRIANI)

SHARE