IDXChannel – Saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) serentak berguguran pada awal perdagangan Senin (6/4/2026).
Bahkan, sejumlah emiten nyaris menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 15 persen.
Kondisi ini dinilai wajar oleh analis karena pernah terjadi di pasar Hong Kong saat isu free float menjadi sorotan MSCI.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh mengatakan, kebijakan HSC bukan hal baru di pasar global dan pernah diterapkan Bursa Hong Kong sebagai respons atas investigasi MSCI terhadap struktur kepemilikan saham.
“HSC pernah dibuat oleh Bursa Hong Kong. Saat itu MSCI juga melakukan investigasi terhadap float dari beberapa saham di Hong Kong, dan HSC dibuat oleh Bursa Hong Kong sebagai respons terhadap hal tersebut,” kata Michael, Senin (6/4/2026).