sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC) Berguguran, Analis Ungkap Kasus Hong Kong dan Risiko Dicoret MSCI

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
06/04/2026 10:00 WIB
Saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) serentak berguguran pada awal perdagangan Senin (6/4/2026).
Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC) Berguguran, Analis Ungkap Kasus Hong Kong dan Risiko Dicoret MSCI. (Foto: Freepik)
Saham Terkonsentrasi Tinggi (HSC) Berguguran, Analis Ungkap Kasus Hong Kong dan Risiko Dicoret MSCI. (Foto: Freepik)

Langkah ini juga menjadi bagian dari proposal BEI kepada global index providers, termasuk MSCI, untuk meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia. BEI menegaskan bahwa pengumuman HSC tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran di pasar modal.

Sorotan pelaku pasar tertuju pada BREN yang mencatat konsentrasi kepemilikan 97,31 persen sebagai bagian dari Grup Barito milik Prajogo Pangestu serta DSSA sebesar 95,76 persen yang terafiliasi dengan Grup Sinarmas.

Keduanya merupakan konstituen MSCI Indonesia Global Standard sehingga langsung dikaitkan dengan isu free float, investabilitas, dan kemampuan indeks untuk direplikasi oleh investor global.

Sebelumnya, Indo Premier Sekuritas dalam riset Februari 2026 juga menggunakan pengalaman Hong Kong sebagai acuan untuk melihat kemungkinan perlakuan MSCI terhadap saham HSC di Indonesia.

“Jika MSCI menerapkan perlakuan serupa, saham konstituen MSCI Indonesia yang masuk dalam daftar HSC berisiko dihapus dari indeks dan tidak akan memenuhi syarat untuk masuk kembali setidaknya selama 12 bulan sejak saham tersebut tercantum dalam daftar HSC,” tulis riset Indo Premier.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement