MARKET NEWS

Beli Aset Properti di Banyak Daerah, Hypermart (MPPA) Gelar Rights Issue Jumbo

Desi Angriani 19/02/2026 18:26 WIB

Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 24 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Beli Aset Properti di Banyak Daerah, Hypermart (MPPA) Gelar Rights Issue Jumbo (Foto: dok Hypermart)

IDXChannel - Pengelola jaringan ritel Hypermart, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dalam skala jumbo.

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan berencana menerbitkan sebanyak 24 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. 

Dana hasil Penambahan Modal dengan HMETD (PMHMETD) VIII, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan difokuskan untuk pembelian sejumlah aset properti di berbagai daerah.

Dalam prospektus, Kamis (19/2/2026) beberapa aset yang akan diakuisisi antara lain bangunan seluas 16.138 meter persegi di Mall City of Tomorrow, Jawa Timur, yang dimiliki pihak afiliasi PT Citra Cito Perkasa. 

Selain itu, perseroan juga akan membeli tanah seluas 6.704 meter persegi dan bangunan 15.848 meter persegi di Gresik, Jawa Timur, milik PT Panca Megah Utama.

MPPA juga menargetkan pembelian tanah 8.001 meter persegi dan bangunan 26.657 meter persegi di Bogor, Jawa Barat, yang dimiliki PT Surya Asri Lestari. Di Yogyakarta, perseroan berencana mengakuisisi tanah seluas 1.658 meter persegi dan bangunan 5.382 meter persegi di kawasan Gedongtengen dari PT Nusa Malioboro Indah.

Selanjutnya, pembelian tanah seluas 38.169 meter persegi di Kawasan Industri Graha Balaraja, Tangerang, Banten, yang dimiliki PT Balaraja Sentosa, turut masuk dalam rencana penggunaan dana. Perseroan juga akan membeli tanah 2.056 meter persegi dan bangunan 1.659 meter persegi di Bogor dari PT Surya Asri Lestari.

Sisa dana rights issue akan dialokasikan untuk modal kerja perseroan dan/atau penyertaan modal kepada entitas anak guna mendukung operasional dan pengembangan usaha.

Apabila HMETD tidak dilaksanakan oleh seluruh pemegang saham, maka PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku pemegang saham utama akan melaksanakan seluruh haknya serta bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). 

MLPL berkomitmen menyerap sisa saham yang tidak diambil pemegang HMETD hingga sebanyak-banyaknya 7.566.400.000 saham secara tunai.

Manajemen menilai, pelaksanaan PMHMETD VIII akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi perseroan. 

Aksi ini ditujukan untuk mendukung pengembangan bisnis, meningkatkan pendapatan dan profitabilitas, serta memperbaiki prospek usaha ke depan sehingga menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Rencana tersebut akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret 2026.

Sebagai catatan, MPPA saat ini masih menghadapi tekanan kinerja. Perseroan membukukan rugi bersih Rp152 miliar sepanjang 2025, sehingga posisi ekuitas tercatat negatif Rp4 miliar. 

Di sisi lain, beban liabilitas juga relatif tinggi dengan utang berbunga mencapai Rp980 miliar, menjadikan rights issue ini krusial untuk memperkuat struktur permodalan dan likuiditas perseroan.

(DESI ANGRIANI)

SHARE