IDXChannel - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat perbaikan kinerja sepanjang 2025, mencerminkan pemulihan yang berkelanjutan pada fundamental bisnis dan sektor ritel. Langkah perseroan melakukan rebranding pada Agustus lalu juga semakin memperkuat keterlibatan pelanggan dan relevansi merek.
Sepanjang tahun lalu, MPPA yang mengelola merek Hypermart membukukan penjualan bersih Rp7,25 triliun, naik 1,9 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp7,12 triliun. Kenaikan kinerja topline ini didukung permintaan pelanggan yang stbail serta pelaksanaan inisiatif strategis yang dilakukan sepanjang tahun.
Sejalan dengan pertumbuhan angka penjualan, laba kotor naik 2,8 persen menajdi Rp1,27 triliun, didorong oleh perbaikan bauran penjualan serta meningkatnya relevansi penawaran produk atas kebutuhan pelanggan. Kenaikan laba kotor ini juga menandakan perbaikan pada margin.
Sementara itu, laba operasional turun 23 persen dari Rp33,9 miliar menjadi Rp26,1 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh hilangnya pendapatan lain-lain pada 2024 yang mencapai Rp27 miliar.
Namun, perseroan mencetak rugi bersih Rp152 miliar sepanjang 2025. Kerugian tersebut lebih besar dibandingkan 2024 yang sebesar Rp118 miliar, terutama dipengaruhi oleh beban non-operasional seperti penghapusan pajak tangguhan (deferred tax write-off) dan kerugian aktuarial pada program imbalan pasti.