BFI Finance (BFIN) Cetak Laba Rp1,3 Triliun hingga September
Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh kenaikan total pendapatan yang mencapai Rp5,2 triliun.
IDXChannel - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) membukukan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun hingga kuartal III 2026. Capaian ini tumbuh 12,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,2 triliun.
Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh kenaikan total pendapatan yang mencapai Rp5,2 triliun atau naik 3,6 persen sejalan dengan peningkatan efisiensi operasional serta perbaikan biaya kredit (cost of credit) yang berkelanjutan.
“Strategi kami berfokus pada penerapan manajemen risiko yang disiplin dan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Kami juga terus melakukan diversifikasi portofolio dan mengoptimalkan proses bisnis melalui otomatisasi untuk menjaga efisiensi operasional, dengan tetap memperhatikan kualitas pembiayaan,” ujar Presiden Direktur BFI Finance Sutadi dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (31/10/2026).
Kinerja operasional BFI Finance pada kuartal III-2026 tercermin dari peningkatan nilai penyaluran pembiayaan baru (new booking) sebesar 9,1 persen secara kuartalan menjadi Rp5,6 triliun.
Laju new booking ini ditopang oleh segmen produktif Modal Kerja yang menyumbang Rp3,7 triliun naik 9,0 persen QoQ dan segmen Investasi sebesar Rp970,1 miliar, naik 19,1 persen QoQ, di samping tingginya permintaan pembiayaan kendaraan bekas.
Total piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) hingga September 2026 mencapai Rp26,8 triliun.
Pembiayaan berjaminan kendaraan bermotor (roda empat dan roda dua) masih mendominasi portofolio dengan porsi 58,1 persen.
Pembiayaan mobil melalui showroom rekanan berkontribusi 18,5 persen, disusul pembiayaan alat berat dan mesin sebesar 14,4 persen, serta pembiayaan berjaminan sertifikat properti dan kategori lainnya sebesar 9,0 persen.
Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio non-performing financing (NPF) BFI Finance terjaga pada level 1,33 persen secara bruto dan 0,21 persen secara neto pada kuartal III-2026. Angka ini berada di bawah rata-rata industri pembiayaan nasional yang dicatat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026 sebesar 3,04 persen bruto dan 0,83 persen neto.
Sementara itu, rasio Return on Asset (ROA) perseroan naik menjadi 8,7 persen dan Return on Equity (ROE) meningkat ke level 15,8 persen.
Cost of Fund berhasil ditekan menjadi 6,8 persen, turun dari 6,9 persen dengan Gearing Ratio terjaga rendah di level 1,1 kali. Total ekuitas perseroan tumbuh 4,8 persen YoY menjadi Rp11,4 triliun.
(DESI ANGRIANI)