MARKET NEWS

CNKO Setor Modal Entitas Usaha Rp32,7 Miliar, Garap Konsesi Batu Bara di Kalteng

Rahmat Fiansyah 12/02/2026 16:45 WIB

PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) memberikan setoran modal kepada entitas usahanya, PT Sekti Rahayu Indonesia (SRI) sebesar Rp32,7 miliar.

PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) memberikan setoran modal kepada PT Sekti Rahayu Indonesia (SRI) sebesar Rp32,7 miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk atau Energi Group (CNKO) memberikan setoran modal kepada entitas usahanya, PT Sekti Rahayu Indonesia (SRI) sebesar Rp32,7 miliar.

Suntikan modal tersebut diberikan Energi Group lewat anak perusahaanya, PT Energi Batubara Indonesia (EBI) pada tanggal 10 Februari 2026. Sebelum disuntik, modal dasar dan modal ditempatkan SRI sebesar Rp3 miliar.

"Sehingga modal dasar dan modal ditempatkan SRI menjadi Rp35,7 miliar, serta kepemilikan EBI pada SRI menjadi 70.800 saham atau setara dengan 99,61 persen," kata Direktur Energi Group, Erry Indriyana melalui keterbukaan informasi, Kamis (12/2/2026).

Sebagai informasi, Energi Group melalui SRI memiliki areal konsesi seluas 2.659 hektare. Konsesi pertambangan batu bara tersebut tersebar di dua desa, yakni Desa Santilik dan Desa Santiung, Kecamanatan Metaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). Lokasinya sekitar 180 kilometer (km) dari Sampit.

Di samping SRI, Energi Group juga memiliki konsesi di Kabupaten Barito, Kalimantan Tengah lewat PT Abe Jaya Perkasa (AJP). Konsesi seluas 3.467 ha tersebut terletak di Desa Kandul dan Desa Majangkan, Kecamatan Gunung Timang dengan jarak 150 km dari Palangkaraya.

Perseroan selama ini fokus menyuplai batu bara kepada PLN dengan menjaga kualitas dan kuantitas, serta memastikan agar batu bara sampai tujuan tepat waktu. Selain itu, perseroan juga memiliki PLTU sendiri yang berlokasi di Pangkalan Bun, Kalteng dengan kapasitas 14 MW.

Kendati demikian, penjualan batu bara masih mendominasi total pendapatan perseroan hingga 98,8 persen. Sedangkan segmen PLTU hanya menyumbang sekitar 1,2 persen.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE