Danantara Dinilai Berpotensi Jadi Penggerak Utama Pasar Saham Indonesia di 2026
Danantara dinilai berpeluang menjadi faktor kunci yang mengangkat valuasi pasar saham Indonesia pada 2026.
IDXChannel – Danantara dinilai berpeluang menjadi faktor kunci yang mengangkat valuasi pasar saham Indonesia pada 2026.
Dalam riset tertanggal 2 Desember 2025, JPMorgan menyebut Danantara berpotensi menjadi ‘value-up story’ Indonesia, seiring perannya yang semakin strategis dalam reformasi BUMN, penyaluran investasi, hingga dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Kami meyakini Danantara dapat menjadi faktor penentu yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” kata analis JPMorgan.
Menurut lembaga keuangan global tersebut, pemisahan peran yang jelas antara BPI Danantara sebagai holding, Danantara Asset Management (DAM), dan Danantara Investment Management (DIM) menjadi fondasi penting. Struktur ini dinilai krusial untuk memisahkan kewajiban pelayanan publik dan dorongan profitabilitas di BUMN, sehingga kinerja dan imbal hasil perusahaan pelat merah dapat meningkat secara berkelanjutan.
Eksekusi Danantara pada 2026 dipandang sebagai katalis utama re-rating valuasi pasar.
Berbeda dengan anggaran fiskal, Danantara memiliki fleksibilitas untuk menghimpun pendanaan eksternal, mengelola investasi, dan menyalurkan belanja pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
JPMorgan memperkirakan kapasitas penyaluran kas Danantara pada 2026 bisa mencapai sekitar USD12 miliar, setara tambahan sekitar 0,8 persen terhadap PDB Indonesia, belum termasuk efek pengganda dari proyek investasi.
Dari sisi pasar modal, reformasi BUMN yang diinisiasi Danantara telah mendapat respons positif. Saham-saham BUMN nonbank tercatat mengungguli indeks MSCI Indonesia (MXID) lebih dari 25 persen sepanjang tahun berjalan, terutama didorong oleh kenaikan valuasi.
Pasar menilai reformasi ini berpotensi meningkatkan profitabilitas, dividen, dan imbal hasil ekuitas (ROE) BUMN. JPMorgan juga mencatat spekulasi bahwa Danantara tengah bersiap menempatkan sekitar USD1,5 miliar dana ke pasar saham domestik pada 2026.
Peran Danantara Investment Management juga dinilai strategis dalam mendukung proyek prioritas pemerintah tanpa terikat batas defisit fiskal 3 persen.
Selain dana tunai dari penerbitan Patriot Bond, Danantara telah mengamankan komitmen pembiayaan lebih dari USD14 miliar dari mitra global, yang dapat ditarik sesuai kebutuhan proyek.
Investasi diperkirakan meningkat pada 2026, seiring makin jelasnya sektor-sektor prioritas dan pipeline proyek.
Dengan kombinasi belanja fiskal dan investasi Danantara, JPMorgan memproyeksikan prospek pasar saham Indonesia akan semakin cerah pada 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mencapai level 9.200 pada akhir 2026 dalam skenario dasar, dengan potensi naik hingga 10.000 pada skenario bullish dan turun ke 7.800 pada skenario bearish, dengan asumsi pertumbuhan laba sebesar 8 persen serta rasio price to earnings (P/E) di kisaran 15 kali.
Sektor yang diperkirakan diuntungkan, antara lain industri, material, konsumer, dan real estate, sementara peran Danantara disebut dapat menjadi ‘swing factor’ yang menghidupkan kembali sentimen positif di pasar saham nasional. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.