El Nino Berpotensi Kerek Harga CPO, Intip Gerak Saham AALI-SIMP Cs
Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berpotensi mendapat dorongan dari ancaman fenomena El Nino.
IDXChannel - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) berpotensi mendapat dorongan dari ancaman fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko gangguan produksi.
Kondisi cuaca kering akibat El Nino secara historis membuat pasar memperhitungkan pasokan yang lebih ketat, sehingga berpotensi menopang harga komoditas tersebut.
MBSB Research dalam catatannya, dikutip Dow Jones Newswires, Senin (29/6/2026), menyebut fenomena El Nino yang berpotensi kuat dapat menjadi katalis tambahan bagi harga CPO.
Cuaca kering diperkirakan dapat menekan pasokan minyak sawit, dengan dampak penuh terhadap hasil tandan buah segar (TBS) baru akan terlihat pada 2027 akibat adanya jeda biologis dalam siklus produksi tanaman sawit.
Senada, AmInvestment Bank menilai harga sawit di perdagangan Asia bergerak menguat pada Senin karena adanya premi risiko terkait potensi El Nino.
Menurut analis bank tersebut, cuaca kering yang menyertai El Nino berpotensi menurunkan produksi CPO, sementara peningkatan permintaan ekspor dan ekspektasi konsumsi biodiesel yang lebih tinggi di Indonesia turut memberikan dukungan terhadap harga.
AmInvestment Bank memperkirakan kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives menghadapi level resistance pada 4.630 ringgit Malaysia per ton dan support di 4.520 ringgit per ton.
Kontrak CPO pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives tercatat naik 28 ringgit menjadi 4.596 ringgit per ton pada Senin pagi.
Sentimen positif terhadap prospek harga CPO turut mendorong sejumlah saham emiten sawit pada perdagangan Senin.
Hingga pukul 09.57 WIB, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) menjadi saham sawit dengan kenaikan terbesar, yakni 4,05 persen ke level Rp77 per saham.
Saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) juga menguat 2,13 persen menjadi Rp6.000 per saham.
Sementara itu, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) naik 0,91 persen, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menguat 0,90 persen, dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) naik 0,76 persen.
Saham PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) turut bergerak positif dengan kenaikan 0,75 persen.
Namun, tidak seluruh saham sektor sawit berada di zona hijau. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) turun 0,67 persen, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) melemah 1,32 persen, dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) terkoreksi 2,70 persen. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.