MARKET NEWS

Fitch Pertahankan Rating DCII di Level AA-, Prospek Stabil

Desi Angriani 21/07/2026 12:03 WIB

Fitch Ratings mempertahankan rating DCI Indonesia di level AA-(idn) dengan prospek stabil.

Fitch Pertahankan Rating DCII di Level AA-, Prospek Stabil (Foto: dok DCII)

IDXChannel - Fitch Ratings Indonesia mempertahankan rating PT DCI Indonesia Tbk (DCII) di level AA-(idn) dengan prospek stabil.

Dalam laporan terbarunya, Fitch memperkirakan kapasitas terpasang (installed capacity) DCII akan melonjak signifikan dari sekitar 128 megawatt (MW) pada 2025 menjadi lebih dari 850 MW dalam dua hingga tiga tahun mendatang. 

Lonjakan kapasitas tersebut diproyeksikan mampu mendongkrak EBITDA tahunan perseroan dari sekitar Rp1,5 triliun menjadi Rp5 triliun hingga Rp6 triliun pada periode 2027-2028.

"Kami memperkirakan visibilitas arus kas perseroan yang kuat, rekam jejak yang baik dalam mengeksekusi proyek, serta pengelolaan neraca keuangan yang disiplin akan memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk mempertahankan profil kredit yang sejalan dengan peringkatnya," tulis Fitch dalam laporannya Kamis (16/7/2026).

Fitch menilai, fundamental bisnis DCII tetap kuat, didukung oleh tingginya tingkat keterisian kapasitas dan kontrak jangka panjang dengan pelanggan berkualitas. 

Lembaga pemeringkat itu mencatat rasio contracted-to-shell capacity atau kapasitas yang telah dikontrak penyewa terhadap total kapasitas fisik yang tersedia telah melampaui 90 persen, dengan profil kredit tenant yang dinilai solid.

Di sisi pendanaan, Fitch menyebut akses pembiayaan DCII masih bertumpu pada pinjaman perbankan domestik. Di mana perseroan telah memperoleh tambahan fasilitas kredit investasi senilai Rp17 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). 

Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) yang diperkirakan mencapai Rp10 triliun hingga Rp15 triliun per tahun sepanjang 2026-2027.

Fitch memperkirakan, tekanan jatuh tempo utang baru akan mulai terasa secara signifikan pada 2029. Sementara itu, ekspansi yang didanai utang diproyeksikan membuat rasio EBITDA net leverage DCII meningkat dari sekitar 1 kali pada 2025 menjadi 5,5-6 kali pada 2026, sebelum kembali turun ke kisaran 4 kali pada 2027 seiring mulai beroperasinya kapasitas baru dan meningkatnya kontribusi pendapatan.

Lebih lanjut, peringkat DCII dapat menghadapi tekanan apabila rasio EBITDA net leverage bertahan di atas 5,5 kali atau apabila ekspansi belanja modal yang agresif tidak diimbangi dengan kontrak penyewa baru yang memadai.

Sebaliknya, peluang kenaikan peringkat terbuka apabila DCII mampu memperbesar skala bisnis secara signifikan sembari menjaga EBITDA net leverage tetap berada di bawah 4,5 kali.

(DESI ANGRIANI)

SHARE