Garuda Indonesia (GIAA) Pangkas Kerugian di Kuartal I-2026
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatat perbaikan kinerja keuangan pada tiga bulan pertama tahun ini.
IDXChannel - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatat perbaikan kinerja keuangan pada tiga bulan pertama tahun ini. Kerugian maskapai penerbangan full-service tersebut turun sekitar 39 persen secara tahunan.
Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Rabu (22/4/2026), Garuda Indonesia mencetak rugi bersih USD46,5 juta atau setara Rp790 miliar sepanjang Januari-Maret 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang rugi USD75,93 juta.
Pendapatan usaha Garuda meningkat 5,4 persen menjadi USD762,3 juta. Hal tersebut ditopang oleh penerbangan berjadwal USD648,1 juta yang tumbuh 7,3 persen.
Sementara itu, penerbangan tidak berjadwal turun 34 persen menjadi USD25 juta. Perseroan juga mencatat pendapatan lain-lain, termasuk kargo sebesar USD89,3 juta, meningkat 8,9 persen.
Garuda juga terus melakukan efisiensi di mana beban usaha turun 0,8 persen di tengah kenaikan pendapatan. Beban operasional penerbangan dan beban pemeliharaan serta perbaikan masih menjadi yang terbesar masing-masing USD350,2 juta dan USD159 juta.
Beban keuangan juga turun 16 persen menjadi USD104 juta. Selain itu, Garuda mencatat kerugian kurs USD1,39 juta, berbalik dari periode yang sama tahun lalu yang meraih keuntungan kurs USD12,8 juta.
Kendati demikian, Garuda masih mengalami kerugian operasional sebesar USD49,1 juta. Rugi sebelum pajak tercatat USD47,4 juta dengan rugi periode berjalan USD41,6 juta.
Meski rugi, arus kas operasi Garuda masih positif meski turun 26 persen menjadi USD119 juta imbas penurunan pada penerimaan kas dari pelanggan 2,3 persen menjadi USD799,7 juta.
Alhasil, hingga 31 Maret 2026, posisi kas dan setara mencapai USD857,5 juta atau Rp14,6 triliun. Sebagian kenaikan kas tersebut ditopang suntikan modal dalam bentuk pinjaman oleh Danantara senilai Rp6,6 triliun pada 2025.
(Rahmat Fiansyah)