Green Power (LABA) Bentuk Perusahaan Patungan, Garap Bisnis Baterai Truk Listrik
LABA menggandeng PT Oscar Investama Indonesia untuk mengembangkan bisnis solusi baterai listrik kendaraan niaga.
IDXChannel - PT Green Power Group Tbk (LABA) menggandeng PT Oscar Investama Indonesia untuk mengembangkan bisnis solusi baterai listrik kendaraan niaga.
Kerja sama tersebut ditandai dengan pembentukan anak usaha patungan di bidang energi dan solusi baterai, PT Gobattery Solusi Indonesia (GOIN)
Perusahaan patungan tersebut akan menyediakan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik serta layanan reparasi dan pemeliharaan baterai untuk kendaraan niaga listrik, terutama truk listrik.
Direktur Utama Green Power Group Chen Xiaoxiao mengatakan, GOIN akan memiliki dan mengelola baterai, sedangkan operator armada membayar biaya sewa secara berkala.
"Peluang elektrifikasi kendaraan niaga jauh lebih besar daripada sekadar menjual truk listrik. Pasar membutuhkan infrastruktur pembiayaan dan operasional yang membuat kendaraan niaga listrik layak secara bisnis, baik bagi operator armada maupun bagi lembaga pembiayaan," ujar Chen dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, GOIN akan menawarkan solusi baterai yang terintegrasi dengan skema pembiayaan dan pengelolaan aset untuk mendukung operasional kendaraan niaga listrik.
"Indonesia sedang bergerak dari tahap kebijakan kendaraan listrik menuju pemanfaatan komersial. Kami melihat saat ini adalah momentum yang tepat untuk ikut membangun standar layanan baterai bagi kendaraan niaga di Tanah Air," katanya.
Dalam kerja sama tersebut, Green Power Group membawa kapabilitas di sektor energi, baterai, dan peralatan listrik. Sementara itu, Oscar Investama berkontribusi melalui pengalaman di bidang investasi dan pengembangan usaha.
Direktur Oscar Investama Indonesia Williem Tanjung Oscar menambahkan, pengembangan layanan baterai akan diarahkan agar penggunaan kendaraan listrik dapat memberikan manfaat ekonomi bagi operator armada.
"Bagi operator armada, beralih ke kendaraan listrik harus masuk akal secara bisnis. Biayanya harus terkendali, kendaraannya siap beroperasi, dan layanannya bisa diandalkan. Perusahaan hadir untuk menjawab kebutuhan itu," ujar Williem.
Dia mengatakan, GOIN akan dikembangkan secara bertahap, dimulai dari rute-rute logistik yang terukur. Ekspansi selanjutnya akan dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja operasional yang telah berjalan.
"GOIN akan mulai beroperasi setelah seluruh perizinan yang dipersyaratkan diperoleh," tutur dia.
(DESI ANGRIANI)