IDXChannel - PT Green Power Group Tbk (LABA) mengungkapkan, bisnis motor listrik dan kendaraan listrik berkecepatan rendah cukup menantang pada 2025.
Hal ini imbas tidak terealisasinya subsidi kendaraan listrik yang berdampak pada penurunan kinerja pasar secara keseluruhan. Untuk menjaga efisiensi biaya, LABA menerapkan strategi pasokan baterai secara kombinasi, yakni melalui kerja sama impor serta produksi dan perakitan di dalam negeri.
"Seiring dengan semakin lengkapnya rantai pasok hulu, biaya produksi baterai lithium di dalam negeri kini sudah semakin kompetitif dan tidak jauh berbeda dibandingkan dengan produk impor. Kondisi ini akan mendukung peningkatan TKDN sekaligus memperkuat daya saing produk perseroan," tulis manajemen dalam laporan public expose, Selasa (6/1/2026).
Manajemen menyebut, perencanaan bisnis LABA tetap diselaraskan dengan arah kebijakan pemerintah. Di mana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan sebanyak 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit kendaraan listrik roda dua mengaspal di Indonesia pada 2030.
Namun, realisasi pasar belum sepenuhnya sesuai dengan target awal akibat dinamika pasar dan sejumlah faktor eksternal. Saat ini, bisnis inti perseroan tetap bertumpu pada perakitan baterai (battery pack) serta penerapannya.