"Sejumlah proyek percontohan dan pengembangan bisnis yang dijalankan dinilai menunjukkan hasil yang cukup efektif," tutur manajemen.
Lebih lanjut, lini bisnis cetakan (mould) yang sempat mengalami penurunan signifikan mulai pulih pada 2025. Anak usaha, PT Green Power Precision Indonesia kembali menerima pesanan bisnis cetakan, termasuk cetakan yang digunakan untuk kebutuhan kemasan baterai.
Aktivitas ini turut memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk baterai perseroan.
Selain baterai, LABA juga mencatatkan potensi pendapatan dari lini bisnis lainnya, terutama melalui kerja sama dan proses pengajuan di sektor pertambangan tembaga.
"Perseroan meyakini langkah ini akan membuka peluang pendapatan yang lebih berkelanjutan bagi perusahaan terbuka ke depan," kata manajemen.
(DESI ANGRIANI)