IDXChannel—Saham BIPI bergerak di bidang apa? Pada perdagangan sesi dua Senin, 23 Februari 2026, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) diperdagangkan di kisaran Rp270 per unit pada pukul 14.40 WIB, naik 18,42 persen.
BIPI masuk dalam deretan top gainer dan top value harian. Nilai transaksi saham ini tercatat mencapai Rp972 miliar, melampaui transaksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp919 miliar.
Perusahaan ini tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia sebagai emiten sektor energi yang bergerak di bidang batu bara. Melansir laman resmi perseroan (23/2/2026), perusahaan ini didirikan pada 2007.
Pada awal pendiriannya, BIPI beroperasi dengan nama Macau Oil Engineering and Technology, bisnisnya juga bergerak di bidang produksi migas. Saat itu perseroan bekerja sama dengan Pertamina untuk mengelola lapangan migas di Kalimantan Timur.
Perseroan beberapa kali mengubah namanya sejak pendirian perusahaan. BIPI akhirnya mengubah nama usahanya menjadi Astrindo Nusantara Infrastruktur pada 2018. Sebelum berganti nama, perseroan juga telah mulai mengalihkan fokus bisnisnya.
Awalnya bisnis perseroan terfokus pada eksplorasi sumber daya alam, lalu beralih ke segmen pembangunan infrastruktur. Setelah berganti nama, BIPI mulai mengembangkan bisnis batu bara dengan pendirian entitas anak dan akuisisi perusahaan lain.
Saat ini perseroan memiliki sejumlah anak usaha untuk mendukung bisnis perseroan. Bisnis utama BIPI dikelola oleh empat entitas anak, yakni PT Mitratama Perkasa, PT Nusa Tambang Pratama, PT Putra Hulu Lematang, dan Nusantara Mining Limited.
Jenis bisnis yang dilakoni entitas-entitas anak perseroan antara lain pelaburan batu bara (Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur), fasilitas penghancur batu bara, jasa distribusi batu bara, infrastruktur pertambangan, dan pertambangan batu bara.