Harga Emas Pangkas Kenaikan usai Trump Lunakkan Ancaman Tarif Greenland
Harga emas dunia memangkas penguatannya pada Rabu (21/1/2026), menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa.
IDXChannel - Harga emas dunia memangkas penguatannya pada Rabu (21/1/2026), menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melunakkan sebagian ancaman kerasnya terkait Greenland.
Emas spot naik 1,42 persen ke level USD4.831,09 per troy ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi baru di USD4.888,30 pada awal perdagangan
Pasar saham global berbalik menguat setelah Trump menarik ancamannya untuk mengenakan tarif terhadap sejumlah negara yang menentang sikapnya mengenai Greenland.
Trump mengatakan telah mencapai garis besar kesepakatan dengan NATO terkait masa depan pulau tersebut.
“Pengumuman soal tarif Eropa mendorong pasar saham naik, menghapus sebagian besar kenaikan sebelumnya dan menekan harga logam,” ujar Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn, dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan, “Terjadi aksi likuidasi semata-mata karena tajuk berita tersebut. Namun, itu sama sekali tidak mengubah tren utama.”
Emas, yang dipandang sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik, melonjak 64 persen sepanjang 2025 dan sudah naik 11 persen sepanjang 2026.
Di sisi lain, hakim Mahkamah Agung (MA) AS dari kubu konservatif maupun liberal menyampaikan sikap skeptis terhadap upaya Trump memecat Gubernur Federal Reserve (The Fed) Lisa Cook, dalam kasus yang dipandang menyangkut independensi bank sentral.
Berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, The Fed diperkirakan menahan suku bunga acuannya sepanjang kuartal ini dan kemungkinan hingga masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang.
Suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga perak spot anjlok 3,6 persen ke USD91,17 per troy ons, setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi di USD95,87.
“Kenaikan perak menuju level tiga digit terlihat sangat mungkin dengan momentum harga saat ini, tetapi pergerakannya tidak akan satu arah. Koreksi harga bisa terjadi dan volatilitas berpotensi meningkat,” kata Analis Komoditas ANZ, Soni Kumari.
Sementara itu, harga platinum spot turun tipis 0,1 persen ke USD2.460,20 per ons, setelah sempat mencapai rekor USD2.543,99 pada hari yang sama. Harga palladium melemah 2,1 persen ke level USD1.825,85 per ons. (Aldo Fernando)