Harga Emas Turun di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah, Pasar Tunggu Risalah The Fed
Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (7/7/2026) seiring investor mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
IDXChannel – Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (7/7/2026) seiring investor mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak.
Pelaku pasar juga menanti risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan Juni untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Harga emas spot turun 1,42 persen menjadi USD4.106,12 per troy ons.
Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada Senin setelah data ketenagakerjaan AS pekan lalu lebih lemah dari perkiraan.
Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Namun, Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant menilai fokus The Fed masih tertuju pada upaya menjinakkan inflasi.
"Saya rasa pasar mulai menyadari bahwa The Fed masih sangat fokus mengendalikan inflasi. Karena itu, skenario suku bunga bertahan tinggi lebih lama masih menjadi arah kebijakan yang paling mungkin," ujar Grant, dikutip Reuters.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar masih memperkirakan peluang sebesar 60 persen bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September.
Perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Rabu.
Di Timur Tengah, dua kapal tanker dilaporkan diserang di Selat Hormuz.
Iran juga menyatakan tidak akan melanjutkan perundingan damai selama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih mengancam untuk kembali memulai perang.
Perkembangan tersebut mendorong harga minyak naik dan kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi akibat kenaikan harga energi.
Emas umumnya berada di bawah tekanan ketika kekhawatiran inflasi membuat suku bunga tetap tinggi, karena kondisi tersebut mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Sementara itu, bank sentral China melanjutkan pembelian emas untuk bulan ke-20 berturut-turut.
Cadangan emas negara tersebut mencapai 75,44 juta troy ons halus pada akhir Juni, meningkat dari 74,96 juta troy ons pada bulan sebelumnya.
Di sisi lain, Hong Kong meluncurkan sistem kliring terpusat untuk perdagangan emas pada Selasa dan kembali mengaktifkan perdagangan kontrak berjangka emas sebagai bagian dari upaya menjadi pusat cadangan emas regional.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,7 persen menjadi USD61,00 per ons. Sebaliknya, platinum naik 1,2 persen menjadi USD1.651,25 per ons, sementara paladium menguat 0,9 persen menjadi USD1.279,69 per ons. (Aldo Fernando)