IDXChannel – Harga berbagai komoditas melemah sepanjang Juni 2026 seiring kombinasi sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat (The Fed), penguatan dolar Amerika Serikat (AS), meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, hingga potensi kenaikan kuota produksi nikel di Indonesia.
Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dalam riset yang diterbitkan pada 3 Juli 2026 menyebut hampir seluruh komoditas mengalami koreksi bulanan sekitar 1-19 persen.
Menurut mereka, tekanan tersebut dipicu oleh sikap The Fed yang masih cenderung hawkish setelah data pasar tenaga kerja dan inflasi AS tetap solid.
Kondisi itu mendorong indeks dolar AS (DXY) kembali menembus level 100, sehingga memberikan tekanan terhadap harga komoditas global.
Di saat yang sama, tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran turut meredakan premi risiko geopolitik.