Harga Minyak Melonjak 6 Persen, Pasar Waspadai Perundingan AS-Iran
Harga minyak dunia melonjak sekitar 6 persen pada perdagangan Senin (20/4/2026), dipicu ketidakpastian pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IDXChannel - Harga minyak dunia melonjak sekitar 6 persen pada perdagangan Senin (20/4/2026), dipicu ketidakpastian pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah ketegangan kembali meningkat di sekitar Selat Hormuz.
Kontrak berjangka (futures) minyak mentah Brent ditutup naik 5,64 persen ke USD95,48 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melesat 6,87 persen ke USD89,61 per barel.
Kedua kontrak tersebut sebelumnya sempat anjlok 9 persen pada Jumat, menjadi penurunan harian terbesar sejak 18 April, setelah Iran menyatakan jalur pelayaran bagi seluruh kapal komersial di Selat Hormuz dibuka selama masa gencatan senjata.
Namun, pada akhir pekan, AS menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade, sementara Iran menyatakan akan melakukan pembalasan.
Situasi ini memicu kembali kekhawatiran atas potensi berlanjutnya konflik.
Direktur energi berjangka Mizuho, Bob Yawger, mengatakan, sebagaimana dikutip Reuters, sentimen positif yang sempat muncul pada Jumat kini telah sepenuhnya memudar.
Dengan masa gencatan senjata dua pekan yang akan berakhir pada akhir pekan ini, meningkatnya kembali ketegangan menimbulkan keraguan atas peluang putaran kedua pembicaraan antara AS dan Iran di Pakistan.
Seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada Senin mengatakan bahwa Iran tengah mempertimbangkan untuk menghadiri pembicaraan damai, namun belum ada keputusan final.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kepada mitranya dari Pakistan, Ishaq Dar, bahwa “pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan” oleh AS menjadi hambatan utama bagi kelanjutan proses diplomasi, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Presiden AS Donald Trump, saat ditanya mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata, mengatakan, “Saya tidak tahu. Mungkin tidak. Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya. Namun, blokade akan tetap berlangsung.”
Meski ketidakpastian masih tinggi, analis mencatat harga minyak saat ini masih di bawah level puncak yang sempat tercapai di awal konflik Timur Tengah.
Yawger menilai selama tidak terjadi perang skala penuh, harga minyak cenderung bergerak turun secara bertahap.
Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya menangani sekitar seperlima pasokan minyak dan gas cair dunia, masih hampir terhenti pada Senin, dengan hanya tiga kapal yang melintas dalam 12 jam terakhir, menurut data pelayaran.
Analis pasar Tradu, Nikos Tzabouras, menyebut selat tersebut masih berada dalam kondisi “blokade ganda”, di tengah tenggat gencatan senjata yang semakin dekat dan ketidakpastian tercapainya kesepakatan.
Ia menambahkan, faktor-faktor tersebut dapat mendorong harga minyak lebih tinggi, dan bahkan jika kesepakatan tercapai, harga sulit kembali ke level sebelum perang karena pasokan tidak bisa pulih dalam waktu singkat.
Data Kpler menunjukkan lebih dari 20 kapal melintasi selat tersebut pada Sabtu, mengangkut minyak, gas petroleum cair, logam, dan pupuk. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 1 Maret. (Aldo Fernando)