Harga Minyak Melonjak Lebih dari 6 Persen, Brent Tembus USD107 per Barel
Harga minyak melonjak lebih dari 6 persen pada Kamis (10/9/2026), dengan dua harga acuan utama menembus USD100 per barel.
IDXChannel – Harga minyak melonjak lebih dari 6 persen pada Kamis (10/9/2026), dengan dua harga acuan utama menembus USD100 per barel.
Lonjakan serangan terhadap kapal sejak perang Iran dimulai memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap gangguan lebih lanjut pada pasokan yang sudah ketat.
Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman terdekat ditutup melesat 6,34 persen menjadi USD107,63 per barel. Sementara itu, harga minyak Amerika Serikat (AS) menembus USD100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.
Harga West Texas Intermediate (WTI) melambung 6,69 persen menjadi USD102,48 per barel.
Kedua harga acuan tersebut mencapai level tertinggi sejak 19 Mei sekaligus mencatat kenaikan harian terbesar dalam hampir dua bulan.
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengambil alih kendali atas Pelabuhan Mocha di Yaman pada Kamis. Langkah tersebut meningkatkan ancaman terhadap lalu lintas pelayaran di Laut Merah.
Sementara itu, aktivitas pelayaran di kawasan Teluk masih terbatas melalui Selat Hormuz, di tengah meningkatnya serangan terhadap kapal tanker dalam beberapa hari terakhir.
Kepala pengembangan bisnis XS.com Simon-Peter Massabni mengatakan serangan dari Yaman terhadap fasilitas energi Arab Saudi menambah sumber risiko baru bagi pasar minyak. Kekhawatiran pasar kini tidak lagi hanya berpusat pada Iran dan Selat Hormuz.
"Ancaman tersebut tidak lagi terbatas pada satu titik sempit, tetapi kini mencakup potensi gangguan yang menyebar ke jalur ekspor regional, fasilitas produksi minyak, serta infrastruktur energi lainnya," kata Massabni, seperti dikutip Reuters.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa AS dapat menyerang Pickaxe Mountain di Iran, yang berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz yang mengalami kerusakan parah.
Trump juga mengatakan perang kemungkinan berlangsung hingga melewati pemilihan umum paruh waktu AS pada November.
Iran menyatakan telah menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz pada Rabu (9/9/2026), setelah AS menyerang lima kapal tanker minyak Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan akan meningkatkan respons terhadap setiap serangan lanjutan. (Aldo Fernando)