IDXChannel - Segmen swasta diperkirakan menjadi penopang utama pertumbuhan industri kesehatan Indonesia dalam jangka pendek di tengah tertundanya sejumlah katalis terkait program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Analis Indo Premier Sekuritas Nicholas Bryan dan Andrianto Saputra menilai prospek jangka panjang sektor kesehatan tetap menarik karena tingkat penetrasi layanan kesehatan di Indonesia masih rendah (underpenetrated).
Namun, dalam jangka pendek, pertumbuhan sektor akan lebih banyak ditopang pasien non-JKN seiring pengetatan rujukan JKN dan mundurnya implementasi sejumlah reformasi.
Dalam riset yang terbit pada 4 September 2026, keduanya mencatat belanja kesehatan Indonesia baru mencapai 2,6 persen dari produk domestik bruto (PDB), dibandingkan rata-rata negara peers sekitar 4 persen.
Di sisi lain, belanja kesehatan per kapita Indonesia tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) 3,8 persen, lebih cepat dibandingkan Malaysia dan Thailand.