Angka tersebut masih di bawah MIKA dan SILO yang masing-masing telah memiliki kontribusi non-JKN sekitar 90 persen dan 84 persen.
"Menurut kami, pergeseran sektor secara luas menuju segmen swasta merupakan strategi yang tepat bagi rumah sakit," tulis Nicholas dan Andrianto.
Dengan prospek tersebut, Indo Premier memulai coverage sektor kesehatan atau healthcare dengan rekomendasi overweight. MIKA menjadi pilihan utama dengan rekomendasi beli dan target harga Rp2.850 per saham.
MIKA dinilai memiliki sejumlah keunggulan, terutama peningkatan intensitas pendapatan yang kuat, eksposur yang terbatas terhadap pendapatan JKN, serta valuasi yang dinilai mulai mencapai titik dasar (bottoming).
Meski demikian, risiko terhadap sektor tetap perlu dicermati, terutama jika pengetatan rujukan JKN berlangsung lebih lama, implementasi KRIS dan CoB kembali tertunda, serta meningkatnya tren masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.