"Karena itu, kami melihat segmen swasta tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan dalam jangka pendek," tulis Nicholas dan Andrianto.
Pergeseran tersebut mulai terlihat dari kinerja emiten rumah sakit.
Pada 2025, pendapatan segmen swasta secara agregat tumbuh 9,4 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan JKN sebesar 3,3 persen.
Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang kenaikan intensitas pendapatan rumah sakit sebesar 4,1 persen.
Menurut Indo Premier, investasi berkelanjutan pada teknologi robotik, peralatan medis, dan tenaga dokter spesialis membuat rumah sakit semakin mampu menangani kasus dengan intensitas layanan yang lebih tinggi.
Tren tersebut diperkirakan semakin penting seiring meningkatnya prevalensi kasus kompleks.