IDXChannel - PT Aneka Tambang Tbk atau Antam (ANTM) menyiapkan kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp6 triliun pada 2026. Alokasi tersebut akan difokuskan untuk mendukung pengembangan bisnis emas serta rantai ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) berbasis nikel.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmirah mengatakan porsi capex yang cukup besar akan diarahkan untuk pengembangan rantai nilai EV battery (EVB) dan bisnis emas. Mengingat kedua segmen ini menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
"Untuk tahun 2026, kebutuhan capex kami kurang lebih sekitar Rp6 triliun, dengan porsi cukup besar terkait rantai EVB dan juga gold, dua kontributor utama dari pertumbuhan laba kami," ujar Arini dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Menurut Arini, setiap investasi pada proyek pengembangan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, perizinan, pendanaan, serta aspek keekonomian. Perseroan juga mengevaluasi indikator seperti internal rate of return (IRR), weighted average cost of capital (WACC), net present value (NPV), profil risiko, hingga potensi penciptaan nilai bagi pemegang saham.
Antam juga melakukan evaluasi ulang terhadap keekonomian proyek apabila terjadi perubahan kondisi makro ekonomi, harga bahan baku, biaya operasi, regulasi, maupun dinamika pasokan dan permintaan.