IDXChannel - Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026) setelah data harga produsen pada Agustus meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara konflik yang semakin memanas di Timur Tengah membuat harga minyak tetap berada di atas USD100 per barel.
Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 312,92 poin atau 0,60 persen menjadi 52.067,74. S&P 500 turun 55,02 poin atau 0,72 persen menjadi 7.581,17, sedangkan Nasdaq Composite melemah 226,85 poin atau 0,86 persen menjadi 26.026,49.
Harga minyak mentah Brent naik 3,28 persen menjadi di atas USD100 per barel, membayangi prospek saham dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga dapat kembali dinaikkan bulan ini. Jalur pasokan melalui Selat Hormuz maupun Laut Merah masih mengalami gangguan berat akibat perang yang telah berlangsung selama enam bulan dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Mengindikasikan kenaikan biaya, laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Producer Price Index (PPI) naik 5,4 persen pada Agustus secara tahunan sedikit lebih tinggi dibandingkan ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 5,3 persen.
Meskipun laporan PPI biasanya mendapat perhatian lebih rendah dibandingkan Consumer Price Index (CPI) yang akan dirilis pada Jumat, seluruh indikator ekonomi kini mendapat sorotan lebih besar setelah bank sentral menghentikan pemberian panduan mengenai kebijakan moneter.