"Sehingga investasi kami tidak semata berdasarkan target untuk hanya bangun proyek, tetapi berdasarkan kemampuan proyek tersebut menghasilkan return optimal dan berkelanjutan bagi kami dan akhirnya kembali ke pemegang saham," ujar dia.
Di bisnis nikel, Antam tengah mengembangkan proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) di Halmahera Timur yang dikembangkan bersama konsorsium CBL (CATL Brunp & Lygend).
Dalam proyek tersebut, Antam memiliki kepemilikan 30 persen dengan kapasitas produksi sekitar 55.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun. Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai USD1,9 miliar dan saat ini telah memasuki tahap final investment decision (FID).
Selain HPAL, Antam mengembangkan proyek RKEF di Halmahera Timur dengan kepemilikan 40 persen. Proyek tersebut mencakup delapan lini RKEF dan kawasan industri dengan kapasitas sekitar 88.000 ton nickel pig iron (NPI) per tahun.
Nilai investasi proyek RKEF diperkirakan mencapai USD1,4 miliar dengan periode pengembangan hingga 2027. Saat ini proyek masih berada pada tahap pra-EPC dan pra-pembiayaan. Proyek ini dikerjakan bersama mitra konsorsium CBL.