Sementara di bisnis emas, Antam tengah membangun fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kepemilikan fasilitas pengolahan emas ini 100 persen dimiliki Antam dengan estimasi kebutuhan investasi tembus Rp1,1 triliun atau setara USD70 juta.
Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 30-40 ton emas per tahun dan ditargetkan memperkuat kemampuan perseroan memenuhi permintaan pasar domestik. Fasilitas ini ditargetkan mampu beroperasi komersial pada tahun 2028 mendatang.
Ekspansi tersebut menjadi penting mengingat bisnis emas masih menjadi penopang utama kinerja Antam. Pada semester I-2026, pendapatan dari segmen emas mencapai sekitar Rp50,1 triliun atau sekitar 80 persen dari total pendapatan perseroan.
Secara keseluruhan, Antam membukukan pendapatan sekitar Rp62,7 triliun pada semester I-2026, naik 6 persen secara tahunan. Laba bersih mencapai sekitar Rp6,9 triliun atau tumbuh 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
(NIA DEVIYANA)