MARKET NEWS

Hypermart (MPPA) Raih Penjualan Rp4 Triliun pada Semester I-2026, Rugi Menyusut 41 Persen

Rahmat Fiansyah 30/07/2026 01:00 WIB

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) selaku pemilik gerai Hypermart mencatat penjualan bersih sebesar Rp4 triliun pada semester I-2026, tumbuh 3,9 persen.

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) selaku pemilik gerai Hypermart mencatat penjualan bersih sebesar Rp4 triliun pada semester I-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) selaku pemilik gerai Hypermart mencatat penjualan bersih sebesar Rp4 triliun pada semester I-2026, tumbuh 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,85 triliun.

Seiring pertumbuhan penjualan tersebut, perseroan juga membukukan perbaikan pada sejumlah indikator profitabilitas. Laba bruto naik 5,2 persen menjadi Rp699,36 miliar dari sebelumnya Rp664,95 miliar.

Kinerja operasional perseroan juga menunjukkan perbaikan. Laba operasional melonjak 74,4 persen menjadi Rp17,51 miliar dibandingkan Rp10,04 miliar pada semester I-2025. Sementara itu, rugi bersih periode berjalan menyusut 41,3 persen menjadi Rp33,07 miliar dari periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan rugi bersih Rp56,29 miliar. 

CEO PT Matahari Putra Prima Tbk Adrian Suherman mengatakan  perseroan mencatat kemajuan pada sejumlah indikator keuangan utama seiring perbaikan pelaksanaan operasional. Perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh pengelolaan bauran produk, strategi pengadaan, serta efisiensi biaya yang berkelanjutan.

"MPPA mencatat perbaikan secara tahunan pada sejumlah indikator keuangan utama selama semester pertama tahun 2026, yang mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam pelaksanaan operasional," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).

Selain memperkuat bisnis ritel utama, MPPA juga melakukan penataan portofolio usaha. Pada April 2026, perseroan menempatkan bisnis Toko Mama di bawah PT Fortuna Optima Distribusi (FOD) untuk menyelaraskan pengelolaan usaha ritel berbasis komunitas.

Pada periode yang sama, MPPA juga mengakuisisi PT Sunshine Food International (SFI) dan PT Prima Cipta Lestari (PCL) melalui transaksi afiliasi senilai Rp34 miliar. Akuisisi tersebut memperluas kehadiran perseroan di bisnis katering dan restoran serta diharapkan mendukung pengembangan produk siap saji, layanan makanan, dan optimalisasi rantai pasok.

MPPA turut mengembangkan konsep shopping theme park Tomorrow World yang menggabungkan unsur ritel, hiburan, dan komunitas. Pada 2026, pengembangan difokuskan pada ekspansi, penyelenggaraan kegiatan yang lebih konsisten, serta peningkatan bauran kategori produk dan efisiensi operasional.

Pada sisi permodalan, MPPA memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk Penawaran Umum Terbatas VIII dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD VIII) pada 17 Juni 2026. Dana hasil aksi korporasi tersebut mulai digunakan pada Juli 2026, termasuk untuk akuisisi aset guna memperkuat kapabilitas operasional dan memperluas platform usaha perseroan.

Ke depan, MPPA akan tetap fokus meningkatkan penjualan, menjaga disiplin operasional, serta mengintegrasikan berbagai lini usaha baru untuk memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.

"Portofolio usaha kami yang semakin luas memberikan platform yang lebih besar untuk melayani berbagai segmen pelanggan dan menciptakan peluang pertumbuhan baru yang melengkapi kegiatan usaha ritel utama kami," ujar Adrian.

(Rahmat Fiansyah)

SHARE