MARKET NEWS

IEA Peringatkan Persediaan Minyak Komersial Menipis, hanya Tersisa untuk Beberapa Minggu

Nia Deviyana 19/05/2026 05:00 WIB

Sebelum Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, pasar minyak mengalami surplus besar.

IEA Peringatkan Persediaan Minyak Komersial Menipis, hanya Tersisa untuk Beberapa Minggu. Foto: Reuters.

IDXChannel - Kepala International Energy Agency (IEA) Fatih Birol, pada Senin (18/5/2026), mengatakan persediaan minyak komersial menipis dengan cepat dan hanya tersisa untuk beberapa minggu saja. Hal tersebut imbas dari perang Iran dan penutupan Selat Hormuz bagi pelayaran.

Birol, yang menghadiri pertemuan para pemimpin keuangan G7 di Paris, mengatakan kepada wartawan bahwa pelepasan cadangan minyak strategis telah menambah pasokan sekitar 2,5 juta barel per hari ke pasar. Namun, dia menekankan bahwa cadangan tersebut “terbatas”.

Dimulainya musim tanam di musim semi dan musim perjalanan musim panas di belahan bumi utara akan menguras persediaan lebih cepat karena permintaan akan diesel, pupuk, bahan bakar jet, dan bensin meningkat.

Saat ditanya soal komentarnya di pertemuan G7, Birol menggambarkan adanya “kesenjangan persepsi di pasar antara pasar fisik dan pasar keuangan” untuk minyak.

Birol menjelaskan bahwa sebelum Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, pasar minyak mengalami surplus besar dan persediaan komersial sangat tinggi. Namun, situasinya berubah dengan cepat akibat perang.

Dia mengatakan persediaan komersial akan bertahan beberapa minggu, tetapi harus disadari bahwa jumlahnya terus menurun dengan cepat.

Minggu lalu, IEA menyatakan pasokan minyak global tahun ini akan lebih rendah dari total permintaan, karena konflik Iran mengganggu produksi minyak di Timur Tengah dan stok terkuras dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Padahal, IEA sempat memperkirakan akan terjadi surplus tahun ini.

IEA juga melaporkan persediaan minyak global terpantau turun dengan laju rekor pada Maret dan April, berkurang sebanyak 246 juta barel.

IEA yang beranggotakan 32 negara itu mengoordinasikan pelepasan cadangan terbesar sepanjang sejarah pada Maret, dengan menyepakati penarikan 400 juta barel untuk menenangkan pasar.

Sekitar 164 juta barel telah dilepas hingga 8 Mei, menurut laporan tersebut.

Secara keseluruhan, pasokan minyak global diperkirakan turun sekitar 3,9 juta barel per hari sepanjang 2026 akibat perang, jauh lebih besar dibandingkan proyeksi sebelumnya yang memperkirakan penurunan hanya 1,5 juta barel per hari.

(NIA DEVIYANA)

SHARE