Inovasi Produk Jadi Penopang Kinerja Profitabilitas dan Arus Kas MDIY
Di tengah persaingan industri ritel yang semakin ketat, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) terus memperkuat strategi bisnis melalui pendekatan harga terjangkau.
IDXChannel – Di tengah persaingan industri ritel yang semakin ketat, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) terus memperkuat strategi bisnis melalui pendekatan harga terjangkau dan pengembangan produk.
Strategi tersebut dinilai dapat mendukung keberlanjutan pertumbuhan kinerja perseroan.
Seiring tekanan kenaikan harga minyak yang berdampak pada biaya bahan baku serta pelemahan nilai tukar rupiah, MDIY tetap mempertahankan keterjangkauan harga produknya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga daya beli konsumen sekaligus mempertahankan tingkat kunjungan pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi sejumlah tantangan.
Strategi harga terjangkau menjadi salah satu fokus utama MDIY untuk menjaga akses konsumen terhadap produk kebutuhan rumah tangga dengan harga yang tetap bersaing.
Selain kebijakan harga, MDIY juga terus melakukan penguatan pada portofolio produk.
Perseroan secara berkala memperbarui produk yang sudah tersedia agar tetap relevan dengan perubahan kebutuhan konsumen.
Pada saat yang sama, MDIY memperluas kategori produk, terutama pada segmen perlengkapan dan peralatan rumah tangga.
Perseroan juga meningkatkan pengembangan produk dengan merek sendiri (in-house brand).
Strategi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah melalui diferensiasi produk sekaligus meningkatkan daya saing di sektor ritel.
Analis MNC Sekuritas Catherine Florencia menilai pengembangan in-house brand menjadi salah satu strategi yang dapat membantu pelaku ritel modern meningkatkan fleksibilitas bisnis.
Menurutnya, produk dengan merek sendiri memberikan ruang lebih besar bagi perusahaan dalam mengatur harga, struktur biaya, serta standar kualitas produk.
“Melalui pengembangan in-house brand, MDIY memiliki kontrol yang lebih baik terhadap pricing, cost maupun quality. Strategi ini menjadi salah satu langkah cerdas untuk menjaga volume penjualan sekaligus mempertahankan overall blended pricing yang tetap kompetitif dibandingkan para pesaing,” ujar Catherine.
Catherine juga menilai strategi pengelolaan bauran produk yang tepat turut mendukung peningkatan kualitas laba MDIY.
Selain dari sisi profitabilitas, kinerja perusahaan juga ditopang oleh kondisi arus kas operasional yang membaik, salah satunya tercermin dari peningkatan efisiensi perputaran persediaan.
Pada kuartal I-2026, inventory turnover days MDIY tercatat membaik menjadi 188 hari, dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 224 hari.
Perbaikan tersebut menunjukkan persediaan barang dapat terserap lebih cepat sehingga modal yang tertanam dalam stok dapat kembali menjadi kas dalam periode yang lebih singkat.
“Perputaran stok yang semakin cepat merupakan indikator bahwa operating cash flow juga membaik. Ini juga berkat dari strategi pricing maupun bauran produk yang sesuai. Di sisi lain, profitabilitas MDIY tidak hanya tercermin dari laba akuntansi, tetapi juga didukung oleh kemampuan menghasilkan kas dari aktivitas operasional,” kata Catherine.
Dari sisi kinerja keuangan, MDIY mencatatkan awal tahun 2026 yang positif. Pada kuartal I-2026, pendapatan perseroan meningkat 31 persen secara tahunan menjadi Rp2,4 triliun.
Sementara itu, EBITDA tumbuh 28,4 persen menjadi Rp728 miliar dan laba bersih meningkat 35,5% menjadi Rp307 miliar. Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan kinerja baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas.
Catherine menilai kombinasi strategi harga, pengembangan produk, serta kondisi profitabilitas dan arus kas yang kuat membuat MDIY memiliki posisi yang kompetitif dibandingkan dengan perusahaan ritel sejenis. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.