MARKET NEWS

JELI Menguat 24,89 Persen Pasca IPO, Didukung Optimisme Prospek Bisnis

Shifa Nurhaliza Putri 08/07/2026 10:11 WIB

Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) melanjutkan penguatan pada hari kedua perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7/2026).

JELI Menguat 24,89 Persen Pasca IPO, Didukung Optimisme Prospek Bisnis. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) melanjutkan penguatan pada hari kedua perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/7/2026). Saham emiten produsen makanan tersebut dibuka di level Rp1.405 per saham atau menguat sekitar 24,89 persen dibandingkan harga penawaran umum perdana (IPO).

Kenaikan tersebut melanjutkan tren positif sejak hari pertama pencatatan saham dan mencerminkan respons positif investor terhadap prospek bisnis Perseroan.

Direktur PT Niramas Utama Tbk Adhi S Lukman mengatakan apresiasi pasar menjadi dorongan bagi Perseroan untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan investor kepada JELI. Pergerakan saham dalam dua hari pertama perdagangan mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek fundamental Perseroan ke depan," ujar Adhi dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung strategi ekspansi, terutama melalui pengembangan produk baru yang dinilai memiliki potensi pasar yang besar.

"Dana hasil IPO akan kami gunakan untuk mendukung pengembangan berbagai produk baru, termasuk kategori gummies dan inovasi produk jeli lainnya. Kami melihat peluang pertumbuhan pasar masih sangat besar, sehingga inovasi akan terus menjadi salah satu fokus utama Perseroan dalam meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan dan profitabilitas di masa mendatang," katanya.

Sementara itu, CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menilai respons positif investor terhadap saham JELI didukung oleh fundamental perusahaan yang telah dibangun selama lebih dari tiga dekade.

"JELI telah beroperasi selama lebih dari 35 tahun. Selama periode tersebut, Perseroan terus mengembangkan produk-produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Menurut kami, rekam jejak tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam melihat prospek bisnis Perseroan," ujarnya.

Ia menambahkan, investor saat ini semakin selektif dalam memilih emiten yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

"JELI didukung oleh portofolio merek, jaringan distribusi, dan pengalaman operasional yang telah dibangun selama puluhan tahun. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian dari faktor yang diperhatikan investor dalam menilai prospek Perseroan," kata Bernadus.

Bernadus mengatakan pergerakan saham JELI pada awal perdagangan merupakan bagian dari dinamika pasar. Menurutnya, investor umumnya mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk fundamental perusahaan, tata kelola, dan strategi bisnis dalam mengambil keputusan investasi.

Sementara itu, Perseroan menyatakan akan melanjutkan fokus pada pengembangan produk, perluasan pasar, dan peningkatan efisiensi operasional sebagai bagian dari strategi bisnis ke depan. Perseroan berharap langkah tersebut dapat mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.

(Shifa Nurhaliza Putri)

SHARE