MARKET NEWS

Keluar dari MSCI, Saham Prajogo hingga DSSA Malah Terbang

TIM RISET IDX CHANNEL 02/06/2026 09:45 WIB

Sejumlah saham yang baru saja didepak dari indeks MSCI Indonesia justru melesat pada perdagangan perdana setelah perubahan indeks berlaku, Selasa (2/6/2026).

Keluar dari MSCI, Saham Prajogo hingga DSSA Malah Terbang. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Sejumlah saham yang baru saja didepak dari indeks MSCI Indonesia justru melesat pada perdagangan perdana setelah perubahan indeks berlaku, Selasa (2/6/2026).

Saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu hingga emiten Grup Sinarmas dan afiliasi Grup Salim kompak menghijau, bahkan beberapa di antaranya menyentuh batas auto rejection atas (ARA).

MSCI sebelumnya mengumumkan hasil review indeks Mei 2026 yang efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan mulai berlaku pada 1 Juni 2026.

Dalam tinjauan tersebut, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dikeluarkan dari MSCI Indonesia Global Standard Index.

Sementara itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga keluar dari indeks MSCI Global Standard.

Namun berbeda dengan emiten lainnya, saham pengelola jaringan Alfamart tersebut tidak sepenuhnya keluar dari keluarga indeks MSCI karena ditambahkan ke MSCI Indonesia Small Cap Index, sehingga statusnya lebih tepat disebut turun kelas dari indeks standard ke indeks saham berkapitalisasi kecil.

Namun, keluarnya saham-saham tersebut dari indeks acuan global itu tidak langsung memicu tekanan jual di pasar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.35 WIB, saham DSSA yang merupakan bagian dari Grup Sinarmas menjadi penguat terbesar dengan melonjak hingga auto rejection atas (ARA) 25 persen ke level Rp615 per unit.

Kenaikan serupa juga dicatatkan oleh saham CUAN milik Grup Barito. Saham CUAN melesat 25 persen ke harga Rp785, sekaligus menyentuh ARA.

Penguatan juga terjadi pada saham-saham lain yang terafiliasi dengan taipan Prajogo Pangestu. Saham BREN melonjak 24,85 persen ke level Rp4.120.

Sementara itu, saham TPIA yang juga dikeluarkan dari MSCI menguat 4,20 persen, sedangkan saham induknya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), naik 3,61 persen.

Dari kelompok yang sama, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 8,67 persen ke harga Rp5.075, sedangkan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 5,29 persen ke level Rp895.

Di luar Grup Barito dan Sinarmas, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terafiliasi dengan Grup Salim juga ikut menguat. Saham AMMN naik 10,61 persen ke harga Rp3.650.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa keluarnya sejumlah saham dari MSCI belum tentu direspons negatif oleh investor.

Setelah tekanan rebalancing dan penyesuaian portofolio indeks mereda, pelaku pasar justru kembali memburu sejumlah saham yang sebelumnya terkena aksi jual menjelang implementasi perubahan MSCI.

Meski demikian, reli tajam tersebut belum tentu menandai berakhirnya tren pelemahan saham-saham terkait.

Sebagian besar emiten yang dikeluarkan dari MSCI masih berada dalam tren turun jika dilihat dalam beberapa bulan terakhir setelah mengalami koreksi signifikan dari level puncaknya.

Karena itu, kenaikan pada perdagangan hari ini juga dapat dibaca sebagai respons jangka pendek setelah proses rebalancing MSCI selesai dilakukan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

SHARE