MARKET NEWS

Laba Impack Pratama (IMPC) Lampaui Target, Capai Rp620 Miliar di 2025

Tangguh Yudha 01/04/2026 05:00 WIB

Impack Pratama (IMPC) meningkat 15 persen menjadi Rp620 miliar dari Rp539 miliar pada tahun fiskal 2024. Capaian itu melampaui target internal perusahaan.

Laba Impack Pratama (IMPC) Lampaui Target, Capai Rp620 Miliar di 2025. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun, tumbuh 10,1 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp3,9 triliun.

Tak hanya pendapatan, laba bersih perseroan juga meningkat 15 persen menjadi Rp620 miliar dari Rp539 miliar pada tahun fiskal 2024. Capaian itu melampaui target internal perusahaan yang sebelumnya menetapkan pendapatan Rp4,2 triliun dan laba bersih Rp600 miliar.

Meski begitu, Direktur Utama IMPC, Haryanto Tjiptodihardjo mengatakan, kondisi geopolitik global saat ini memberikan tekanan terhadap harga komoditas serta meningkatkan ketidakpastian pasar, sehingga prospek usaha pada 2026 diperkirakan semakin menantang.

“Menyikapi kondisi tersebut, manajemen akan terus memperkuat efisiensi operasional serta mengambil langkah yang cermat dan adaptif guna untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga kinerja perusahaan tetap solid,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Meski demikian, perseroan tetap mempertahankan target kinerja tahun 2026 dengan membidik pendapatan sebesar Rp5,1 triliun serta laba bersih di atas Rp700 miliar. Untuk kuartal I-2026, perusahaan menargetkan pendapatan berada pada kisaran Rp1,1 triliun hingga Rp1,2 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp1,7 triliun, meningkat dari Rp1,5 triliun pada tahun sebelumnya. Margin laba kotor juga naik tipis dari 39,4 persen menjadi 39,5 persen.

Sementara itu, laba usaha tercatat sebesar Rp848 miliar atau tumbuh 6,8 persen dibandingkan Rp795 miliar pada 2024. Margin laba bersih juga membaik dari 13,9 persen menjadi 14,5 persen.

Pada periode yang sama, EBITDA perseroan mencapai Rp1 triliun, meningkat 8,7 persen dari Rp949 miliar. Rasio utang terhadap EBITDA turun signifikan dari 1,4 kali menjadi 0,6 kali, menunjukkan struktur keuangan yang semakin sehat.

Adapun rasio EBITDA terhadap beban bunga pada 2025 tercatat 13,2 kali, sedikit lebih rendah dibandingkan 14,5 kali pada tahun sebelumnya, namun masih mencerminkan kemampuan perusahaan yang kuat dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE