Lima Emiten Raksasa Sawit dengan Laba Tertinggi, Ada TAPG hingga LSIP
Sejumlah produsen kelapa sawit telah mengumumkan kinerja keuangan tahun 2025 seperti TAPG dan LSIP.
IDXChannel - Sejumlah produsen kelapa sawit telah mengumumkan kinerja keuangan tahun 2025. Sebagian besar emiten mencatat kenaikan kinerja di tengah harga jual dan produksi sawit yang meningkat.
Berdasarkan data IDX Channel, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) masih merajai penjualan dengan angka Rp86,9 triliun. Perusahaan sawit terintegrasi milik Sinar Mas Group tersebut menjual beragam produk mulai dari CPO, biodiesel, hingga oleokimia.
Kendati demikian, SMAR yang menguasai 136.200 hektare (ha) perkebunan sawit tersebut bukan perusahaan yang mencetak laba tertinggi di industri melainkan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).
Perusahaan sawit milik istri T.P Rachmat itu membukukan laba bersih Rp3,7 triliun, sedangkan SMAR meraih laba Rp2,6 triliun. TAPG diketahui menguasai 159,7 ribu ha perkebunan sawit hingga 31 Desember 2025.
Selain dua nama besar tersebut, sejumlah perusahaan sawit raksasa di Indonesia di antaranya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang meraih penjualan Rp28,6 triliun dan laba bersih Rp1,47 triliun.
Astra Agro saat ini memiliki 285 ribu ha lahan, terbesar di antara perusahaan-perusahaan lainnya. Namun, perusahaan sawit bagian dari Astra Group itu tidak masuk dalam daftar lima perusahaan sawit terbesar berdasarkan laba bersih.
Selain itu, ada nama PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) milik konglomerat Anthoni Salim yang juga mencetak laba bersih triliunan rupiah. Sementara nama besar seperti PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) belum mengumumkan kinerja keuangan hingga tulisan ini diterbitkan.
Kinerja positif perusahaan sawit pada tahun lalu juga ditopang oleh kebijakan B40. Pada tahun ini, pemerintah memiliki rencana untuk menerapkan B50 meskipun belum final.
Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Sugeng Wahyudiono memperkirakan produksi CPO pada 2026 relatif stagnan dibandingkan tahun lalu meski ada potensi pertumbuhan sekitar 1-2 persen.
"Tahun 2026, kita masih optimistis ada pertumbuhan (produksi) meskipun tipis dibanding tahun 2025. Prediksi harga minyak sawit dalam jangka pendek hingga kuartal I-2026 akan tetap tinggi, berada pada kisaran USD1.050-USD1.125 per ton," katanya, beberapa waktu lalu.
Berikut daftar lima perusahaan sawit diukur dari laba bersih:
1. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) Rp3,7 triliun (+19 persen)
2. PT Sinar Mas Agro and Technology Tbk (SMAR) Rp2,6 triliun (+102 persen)
3. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) Rp2,1 triliun (+33 persen)
4. PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) Rp1,9 triliun (+28 persen)
5. PT Sumber Tani Agung Sejahtera Tbk (STAA) Rp1,6 triliun (+25 persen)
(Rahmat Fiansyah)